• Rabu, 17 Agustus 2022

BPS: November Harga Beras Meroket

- Senin, 3 Desember 2018 | 13:40 WIB
Beras di tingkat eceran.
Beras di tingkat eceran.

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata harga beras eceran secara nasional terus melaju. Pada November 2018, harga beras eceran naik sekitar 0,7 persen, melanjutkan kenaikan Oktober sebesar 0,24 persen dari September 2018.

Tak hanya harga eceran, rata-rata harga beras grosir secara nasional juga meningkat 0,73 persen pada bulan lalu. Kenaikan harga beras grosir juga lebih tinggi dari kenaikan dari September ke Oktober sebesar 0,22 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan kenaikan harga beras terjadi karena harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani dan beras di penggilingan meroket cukup tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini lantaran pola musim tanam petani.

Tercatat, harga Gabah Kering Panen (GKP) melejit 3,64 persen menjadi Rp5.116 per kilogram (kg) pada November 2018. Padahal, kenaikan bulan sebelumnya hanya 0,98 persen. Sementara harga beras di penggilingan untuk kualitas medium naik 2,22 persen menjadi Rp9.604 per kg dari sebelumnya hanya naik 0,92 persen.

"Kalau memasuki Oktober, November, Desember biasanya selalu terjadi kenaikan harga gabah, karena bulan-bulan tersebut sudah memasuki musim tanam. Ketika dia musim tanam, jumlah pasokan gabah pasti turun, ya biasa itu," ucapnya di kantor BPS, Senin (3/12/2018).

Secara rinci, harga gabah di tingkat petani meningkat paling tinggi di Sumatera Barat mencapai Rp7.600 per kg dan terendah di Sulawesi Tenggah Rp3.800 per kg. Untuk harga beras di tingkat penggilingan, tertinggi mencapai Rp7.728 per kg di Sumatera Barat dan terendah Rp3.735 per kg di Bogor, Jawa Barat.

Kemudian di tingkat eceran, beras kualitas premium naik 1,13 persen menjadi Rp9.771 per kg, beras medium naik 2,22 persen menjadi Rp9.604 per kg, dan beras kualitas rendah naik 2,52 persen menjadi Rp9.426 per kg.

Kendati begitu, ia meyebut kenaikan beras tersebut masih cukup wajar karena jelang akhir tahun memang permintaan akan beras meningkat. Namun memang, kenaikan harga ini menjadi salah satu penyumbang terbesar bagi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi.

"Tapi kalau dibandingkan dengan November 2017, kenaikan ini masih cukup baik, wajar, dan terkendali," imbuhnya seperti dikutip cnnindonesia.com.

Halaman:

Editor: editor2

Tags

Terkini

Volatilitas Harga Minyak Buat Investor Lelah

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:44 WIB

Mau Serok Saham Walmart (WMT)? Baca dulu!

Rabu, 17 Agustus 2022 | 08:46 WIB

Pidato Jokowi Manjur ! IHSG mendadak ditutup menguat

Selasa, 16 Agustus 2022 | 16:47 WIB

Jokowi Dorong Terus UMKM Masuk Ekosistem Digital

Selasa, 16 Agustus 2022 | 12:23 WIB

IHSG Dibuka Menghijau , Alfamart Cuan Banget!

Selasa, 16 Agustus 2022 | 10:03 WIB

Harga Batu Bara Melonjak, Stok PLN Aman?

Senin, 15 Agustus 2022 | 18:38 WIB

Utang Luar Negeri RI Turun Perlahan Tapi Pasti

Senin, 15 Agustus 2022 | 16:38 WIB
X