• Rabu, 17 Agustus 2022

Sepanjang Maret Rupiah Melemah 0,27 Persen  

- Rabu, 14 Maret 2018 | 17:45 WIB
Rupiah (Foto: Dok/Ist)
Rupiah (Foto: Dok/Ist)

 

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyebutkan nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 0,27 persen dalam dua pekan pertama di Maret 2018 (month to date), atau menunjukkan pelemahan yang tidak begitu dalam dibandingkan negara-negara dengan kapasitas ekonomi setara (peers) seperti Turki ataupun Brazil yang masing-masing melemah 0,32 persen dan 0,28 persen.

Bank Sentral melihat gejolak eksternal akan terus membayangi stabilitas nilai tukar rupiah hingga Bank Sentral AS Federal Reserve (The Fed) menentukan kebijakan suku bunganya pada 20-21 Maret 2108 dari besaran saat ini di 1,25-1,5 persen.

Hal itu dikatakan Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Doddy Zulverdi di Jakarta, Rabu (14/3/2018).

"Setelah pertemuan, akan reda, pasar akan 'wait and see'. Kami melihat tampaknya sebagian dari pasar keuangan itu sudah 'mem-price in' (menyesuaikan) ekspektasi apa yang diputuskan Fed tanggal 21 Maret 2018 ini," ujarnya.

Pelaku pasar memproyeksikan The Fed akan menaikkan suku bunganya tiga kali pada tahun ini, didorong oleh pemulihan perekonomian Negara Paman Sam dan juga kecenderungan kembalinya rezim peningkatan suku bunga acuan pada tahun ini.

Saat ini, posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp13.700 per dolar AS, setelah pada pekan lalu nyaris menembus angka Rp13.800 per dolar AS.

Menurut Doddy, nilai rupiah saat ini sudah tidak mencerminkan fundamental perekonomian Indonesia."Level sekarang menurut penilaian kami bukan sesuai fundamental. Bisa menguat harusnya, sekarang sudah menguat tapi belum sesuai fundamental. Harus lebih kuat dari posisi sekarang," ujarnya seperti dilansir antaranews.com.

Jika dihitung sejak 1 Januari hingga 1 Maret 2018, rupiah terdepresiasi 1,5 persen dengan tingkat volatilitas 8,3 persen. Tingkat volaitilias ini jauh lebih dalam dibandingkan sepanjang 2017 yang sebesar tiga persen. Seharusnya, kata dia, nilai tukar rupiah bisa jauh lebih menguat agar bisa mencerminkan nilai fundamental perekonomian Indonesia.

Halaman:

Editor: editor2

Tags

Terkini

Volatilitas Harga Minyak Buat Investor Lelah

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:44 WIB

Mau Serok Saham Walmart (WMT)? Baca dulu!

Rabu, 17 Agustus 2022 | 08:46 WIB

Pidato Jokowi Manjur ! IHSG mendadak ditutup menguat

Selasa, 16 Agustus 2022 | 16:47 WIB

Jokowi Dorong Terus UMKM Masuk Ekosistem Digital

Selasa, 16 Agustus 2022 | 12:23 WIB

IHSG Dibuka Menghijau , Alfamart Cuan Banget!

Selasa, 16 Agustus 2022 | 10:03 WIB

Harga Batu Bara Melonjak, Stok PLN Aman?

Senin, 15 Agustus 2022 | 18:38 WIB

Utang Luar Negeri RI Turun Perlahan Tapi Pasti

Senin, 15 Agustus 2022 | 16:38 WIB
X