• Sabtu, 2 Juli 2022

BI: Bunga Acuan Belum Mengetat

- Selasa, 13 Maret 2018 | 19:10 WIB
Bank Indonesia. (Foto: Dok/Ist)
Bank Indonesia. (Foto: Dok/Ist)

JAKARTA - Kebijakan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate belum tentu mengetat atau naik pada Maret 2018. Hal itu dinyatakan Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardoyo di Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Menurut dia, BI belum tentu mengetatkan suku bunga acuan tersebut meskipun Bank Sentral AS The Federal Reserve hampir pasti menaikkan suku bunga acuannya, yang menjadi penyebab gejolak ekonomi eksternal beberapa waktu terakhir.

Ia mengatakan, kondisi fundamental ekonomi domestik saat ini berjalan baik, terlihat dari terjaganya inflasi sesuai sasaran Bank Sentral di 2,5-4,5 persen (tahun ke tahun/yoy).

Saat ini, Agus menegaskan, kebijakan moneter BI masih netral, dengan peluang pelonggaran suku bunga acuan relatif kecil untuk tahun ini."Namun jika Fed Fund Rate naik, BI belum tentu naikkan 7-Day Reverse Repo Rate. Kami akan mengkaji data ekonomi domestik dan eksternal," ujar Agus seperti dilansir antaranews.com.

Untuk menentukan kebijakan suku bunga, kata dia, Bank Sentral akan mengkaji pergerakan laju inflasi, kondisi neraca transaksi berjalan, stabilitas nilai tukar, dan juga prospek pertumbuhan ekonomi domestik.

Saat ini, kondisi sejumlah indikator perekonomian tersebut masih terjaga baik meski tekanan ekonomi eksternal terus membayangi dan menggangu stabilitas, terutama kepada nilai tukar rupiah.

Depresiasi nilai tukar rupiah sejak Januari hingga awal Maret 2018 mencapai 1,5 persen dengan volatilitas nilai tukar yang meningkat drastis menjadi 8,3 persen dibanding tiga persen sepanjang 2017.

Menurut Agus, penyebab gejolak kurs itu karena dua faktor. Pertama, pidato Gubernur baru The Fed Jerome Powell yang mengisyaratkan pemulihan pertumbuhan ekonomi AS terus berjalan dan kecenderungan semakin kuat untuk kenaikan suku bunga acuan. Kedua, rencana kebijakan Presiden AS Donald Trump yang akan menaikkan tarif impor baja dan alumunium.

"Tekanan ini terus berlangsung hingga 20-21 Maret 2018, (rapat The Fed)," ujarnya.

Halaman:

Editor: editor2

Tags

Terkini

Yuan Rebound, Saham-saham China Terus Melaju

Jumat, 1 Juli 2022 | 10:06 WIB

Menkeu Banggakan Capaian Tingkat PDB Riil 2021

Kamis, 30 Juni 2022 | 15:15 WIB
X