• Minggu, 24 September 2023

Pabrik Nikel Sulfat Pertama di Indonesia Milik Trimegah Bangun Persada (NCKL) Mulai Beroperasi

- Kamis, 1 Juni 2023 | 13:45 WIB
Pabrik Nikel Sulfat Pertama di Indonesia Milik Trimegah Bangun Persada (NCKL) Mulai Beroperasi. (foto: Jakartadaily)
Pabrik Nikel Sulfat Pertama di Indonesia Milik Trimegah Bangun Persada (NCKL) Mulai Beroperasi. (foto: Jakartadaily)

SINAR HARAPAN - Harita Nickel melalui unit bisnisnya PT Halmahera Persada Lygend (HPL) yang merupakan afiliasi bisnis dari PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), menjadi pionir di industri hilirisasi nikel dengan memproduksi nikel sulfat pertama di Indonesia dan terbesar di dunia.

Peresmian operasi produksi dengan kapasitas 240 ribu ton per tahun tersebut dilakukan di kawasan operasional Harita Nickel di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, Rabu 31 Mei 2023.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Ternate, Malut, Kamis 1Juni 2023 menyebutkan nikel sulfat merupakan bahan utama penyusun prekursor katoda atau bahan baku pembuatan baterai kendaraan listrik.

Baca Juga: Penuhi Keinginan Pelanggan, KAI Akan Perbanyak Rangkaian Kereta Panoramic dan Luxury

Peresmian dilakukan oleh Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Septian Hario Seto.ditandai dengan penandatanganan prasasti dan dilanjutkan dengan peninjauan operasional produksi nikel sulfat di pabrik dengan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) PT HPL.

Dalam sambutan peresmian, Septian Hario Seto menyatakan apa yang dihasilkan Harita Nickel merupakan pencapaian bersejarah.

"Kita mengulang sejarah dua tahun lalu bersama Menko Marves meresmikan pabrik HPAL pertama. Ini sesuatu yang membanggakan, di mana hari ini kita akan meresmikan nikel sulfat yang merupakan produk turunan dari nikel yang nanti dapat diolah menjadi prekursor," kata Septian.

Baca Juga: Mobil Listrik Sepi Peminat, Begini Respons Kemenko Marves

Menurut Septian, keberhasilan ini sangat mengesankan dan luar biasa karena sekaligus menunjukkan bagaimana kolaborasi investor lokal dan investor asing bisa bekerja sama dengan baik.

Septian menambahkan pabrik HPAL yang ada di Pulau Obi ini merupakan salah satu pabrik yang pengelolaan operasionalnya sangat baik.

"Kita lihat pabrik-pabrik HPAL di dunia itu butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa melakukan ramp up capacity tapi di sini dengan teknologi baru ini hanya dalam waktu beberapa bulan bisa meningkatkan kapasitas," kata Septian.

Baca Juga: Bertemu CEO Korean National Railway, Menhub Bahas MRT Fatmawati-TMII dan LRT Bali

Selain itu, jajaran Kemenko Marves baru melakukan audit seluruh kawasan industri pertambangan dan di Obi ini merupakan salah satu yang terbaik dalam hal pengelolaannya.

Septian pun berpesan agar pengelolaan terhadap lingkungan yang baik di Pulau Obi bisa terus dilanjutkan.

Halaman:

Editor: Yuanita SH

Sumber: ANTARA, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

The Fed Tetap Hawkish, Dolar AS Pun Menguat

Sabtu, 23 September 2023 | 08:26 WIB

IHSG Sejalan Bursa di Asia Ditutup Menguat

Jumat, 22 September 2023 | 17:08 WIB

BI Tetap Tahan Suku Bunga di Level 5,75 Persen

Kamis, 21 September 2023 | 15:41 WIB

Tok! Undang-Undang APBN 2024 Resmi Disahkan DPR RI

Kamis, 21 September 2023 | 15:21 WIB

Masih Catat Kerugian, Harga Saham META Kok Bisa Meroket?

Kamis, 21 September 2023 | 14:37 WIB
X