SINAR HARAPAN - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berkolaborasi dengan Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) dan menandatangani MoU sebagai upaya kerja sama untuk melakukan sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya pasar modal kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Bendahara Umum HIPKA, Mohammad Rafil Perdana, di Main Hall BEI, Jakarta, Jumat 17 Maret 2023, menyampaikan kedua pihak aktif mendorong UMKM untuk mendapat akses modal dengan melakukan penawaran umum perdana saham atau IPO di tengah antusiasme tinggi perusahaan masuk pasar modal Indonesia pada 2023.
“IPO bisa menjadi alternatif pendanaan yang sehat, bagi kelompok perusahaan rintisan atau UMKM,” ujar Rafil.
Baca Juga: Saham PGEO Anjlok 8,23 Persen dari Harga IPO, Masihkah Layak Dikoleksi?
Dia mengatakan, kerja sama ini bertujuan mendukung pengembangan pasar modal melalui sosialisasi, edukasi, serta pendampingan untuk go public, sekaligus penerbitan instrumen pendanaan pasar modal lainnya, untuk perusahaan UMKM.
“HIPKA mencoba untuk mengambil peran penting dengan memberikan mentoring terhadap perusahaan, UMKM, melalui beberapa tahapan, salah satunya adalah melalui sekolah pasar modal, yang bertujuan untuk membekali para pelaku UMKM dengan menata manajemen tata kelola bisnisnya,” ujar Rafil.
Survei Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) pada Februari 2023 melaporkan sebanyak 61 persen pemilik UMKM berumur lebih dari 40 tahun, sebanyak 37 persen di rentang umur 25- 40 tahun, serta 2 persen berumur kurang dari 25 tahun.
Baca Juga: Targetkan Pertumbuhan Pendapatan Hingga 100 Persen, Saham NCKL Segera Melantai di Bursa
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum BPP HIPKA, Yana Aditya, menyampaikan pihaknya mendorong pengusaha muda untuk gabung dengan HIPKA dan muncul bersama-sama.
Salah satu program yang digagas adalah peningkatan literasi keuangan lewat Sekolah Pasar Modal, yang mana HIPKA akan memetakan potensi para anggotanya untuk terlibat dalam ekosistem Bursa Efek Indonesia.
Selain itu, dari program edukasi ini akan ditentukan skala usaha dan jumlah partisipan para anggota HIPKA, yang ingin terlibat dalam investasi pasar modal.
Baca Juga: IHSG Fluktuatif, Bank BNI (BBNI) Siap Buyback Saham Rp905 Miliar
Rencananya program tersebut akan dimulai pada Mei dan berakhir September 2023.
“Kami berupaya membuka akses jalan sebesar-besarnya bagi para anggota HIPKA, maupun para pebisnis yang ingin mendapatkan akses, baik dari jasa keuangan dan lain sebagainya, termasuk lewat jalur pasar modal,” ujar Yana.
Artikel Terkait
Karyawati BRI Diduga Korupsi, BRI Pastikan Tidak Ada Nasabah Yang Dirugikan
BCA (BBCA) Siap Bagi-Bagi Dividen Rp205 Per Saham
Kurs Rupiah Menguat 0,06% Jumat Pagi Ini
Krisis Perbankan Berlanjut, 11 Bank di AS Suntik Dana Penyelamatan US$30 Miliar Kepada First Republic Bank
Saham BBCA, BMRI, BBRI dan BBNI Dilepas Asing, Perbankan Indonesia Masih Aman?
Tagih Kredit Macet, Bank BJB (BJBR) Kerja Sama Dengan Askrindo
Bank Jago (ARTO) Bidik Kenaikan Jumlah Nasabah di 2023
IHSG Fluktuatif, Bank BNI (BBNI) Siap Buyback Saham Rp905 Miliar
Targetkan Pertumbuhan Pendapatan Hingga 100 Persen, Saham NCKL Segera Melantai di Bursa
Saham PGEO Anjlok 8,23 Persen dari Harga IPO, Masihkah Layak Dikoleksi?