BPS: Waspadai Pelemahan Pertumbuhan Ekonomi di Akhir Tahun

Jumat , 15 November 2019 | 13:50
BPS: Waspadai Pelemahan Pertumbuhan Ekonomi di Akhir Tahun
Sumber Foto: Istimewa
Kepala BPS Suhariyanto

JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto meminta pemerintah untuk mengantisipasi dampak resesi perekonomian global yang masih terjadi hingga saat ini. Pasalnya ia menyebutkan, nilai pertumbuhan ekonomi pada Triwulan III 2019 adalah yang terendah selama 2 tahun terkahir.

"Kalau kita lihat kemarin (Triwulan III 2019) 5,02 persen itu terendah di dalam 2 tahun terakhir, dan melemah. Triwulan III 2018 kemarin 5,17 persen turun ke 5,02. Saya harus bilang memang kita harus ekstra hati-hati," ungkapnya saat ditemui di kantor BPS, Jalan Dr. Sutomo, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (15/11/2019).

"Sangat mudah sekali kita akan tergelincir di bawah 5 persen. Karena itu banyak hal yang perlu diperbaiki" sambungnya.

Memperhatikan perekonomian global saat ini, Suharyanto berpendapat, memacu ekspor adalah langkah yang cukup berat bagi pemerintah. Sebab, perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dengan China telah memberikan dampak perdagangan international di sejumlah negara mitra Indonesia.

Sehingga Suharyanto menilai, salah satu upaya yang bisa dilakukan pemerintah ialah meningkatkan industri di dalam negeri. "Jadi kita harus berupaya memanfaatkan potensi domestik. Karena itulah road map yang disusun pemerintah kan begitu," terangnya.

"Kita harus berupaya menggerakan industri dalam negeri, dengan harapan bisa meng-create pendapatan, disisi lain harus menjaga supaya stabilisasi harga-harga tetap terjaga. Karena kalau harga-harga bergejolak akan berpengaruh ke daya beli," tambahnya.

Sementara, dalam jumpa persnya pagi tadi Suhariyanto mengatakan, kinerja ekspor dan impor pada Oktober 2019 tidak begitu menggembirakan, meskipun neraca dagang pada bulan kemarin tercatat surplus sebesar Rp 161,3 juta.

Jika dilihat dari data BPS, kinerja ekspor turun 6 persen, sementara impor turun lebih dalam lagi yakni sebesar 16 persen.

Pria yang akrab disapa Kecuk itu menjelaskan, sepanjang Oktober 2019 nilai ekspor mencapai 14,93 miliar dolar AS. Nilai tersebut naik jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, tapi turun cukup dalam secara tahunan atau year on year (yoy) sebesar 6,13 persen.

Sementara kinerja impor mengalami penurunan yang jauh lebih dalam, dimana sepanjang Oktober 2019 kinerja impor secara tahunan turun 16 persen menjadi 14,77 miliar dolar AS. (Ryo)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load