Tim Pemanfaatan CNG Dibentuk Awal Tahun 2016

Pin It

ANTARA FOTO / Ist

LIMO CNG – Ketua Kompartemen Pengembangan Industri GAIKINDO/Direktur Korporasi dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), I Made Dana Tangkas (kiri), secara simbolis menyerahkan kunci mobil Toyota Limo CNG kepada Dirjen Migas Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja (kanan), disaksikasn Sekjen Dewan Energi Nasional (DEN) Satri Nugraha, di Gedung Ditjen Migas Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pemerintah membentuk tim gugus tugas implementasi pemanfaatan Bahan Bakar Gas (CNG) untuk sektor transportasi selesai pada 2015. Tim ini diharapkan bisa bekerja pada awal 2016.

“Tim gugus tugas implementasi CNG sedang disiapkan selama satu bulan, segera akan terbentuk. Kami berharap awal Januari 2016, tim ini sudah bisa mulai bekerja untuk studi kelayakan terkait implementasi diversifikasi dan konversi BBM ke BBG, melalui bahan bakar jenis CNG,” kata Dirjen Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), IGN Wiratmaja, saat acara penyerahan secara simbolis satu unit mobil Toyota Limo CNG dari Toyota Indonesia ke Ditjen Migas, di Jakarta, baru-baru ini.

Ia mengakui, program konversi BBM ke BBG khususnya di sektor transportasi, berjalan lambat karena adanya kendala. Ada kekhawatiran jika SPBG dibangun, apakah masyarakat bersedia menggunakan bahan bakar gas untuk transportasi. Pabrikan juga merasa khawatir jika telanjur memproduksi kendaraan berbahan bakar gas, ternyata alokasi gasnya tidak tersedia.

Karena itu, pihaknya menyambut baik adanya upaya dari produsen mobil untuk menyiapkan pabrik guna membuat mobil berbahan bakar CNG, dengan converter kit-nya berkualitas pabrikan (original equipment manufacture/OEM).

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kompartemen Pengembangan Industri Gabungan Industri Kendaraan Bermotor di Indonesia (Gaikindo), yang juga Direktur Korporasi dan Hubungan External PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), I Made Dana Tangkas mengatakan, pihaknya mendukung program konversi BBM ke BBG yang dicanangkan pemerintah.

“Bahkan, prototipe kendaraan yang digunakan untuk uji coba dan studi kelayakan ini sepenuhnya dikerjakan di dalam negeri,” ujar Made Dana.

Hingga kini, jumlah kendaraan yang telah menggunakan bahan bakar gas, kurang dari 8.000 unit. Pemerintah telah menyediakan alokasi gas bumi sebesar 47,2 MMSCFD yang cukup digunakan unuk 50.000 kendaraan. Untuk itu, Pemerintah terus mendorong pabrikan agar mau membuat kendaraan yang dual fuel yaitu, berbahan bakar BBM dan gas.

Sumber : Sinar Harapan