SAKSI SEBUT PROYEK e-KTP DIMILIKI "GAJAH"

TERUNGKAP DALAM SIDANG LANJUTAN DI TIPIKOR JAKARTA.

Pin It

inews.id /

Nu'man Abdul Hakim


JAKARTA - Mantan anggota Komisi II DPR dari Fraksi PPP Nu'man Abdul Hakim mengaku pernah disampaikan bahwa proyek e-KTP dimiliki oleh "gajah"."Pak Agun jawab, ini kemungkinan gajah-gajah, jangan ikutlah. Jangan kita terlibat hukum, ya sudah lah saya tidak tanya lagi," kata Nu'man dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (12/2/2018).

Nu'man menjadi saksi untuk Setya Novanto yang menjadi terdakwa dalam kasud dugaan tipikor pengadan e-KTP yang merugikan keuangan negara senilai Rp2,3 triliun. Setya Novanto juga pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar.

Agun yang dimaksud adalah mantan Ketua Komisi II dari fraksi Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa. "Saat Pak Agun Ketua Komisi II, siapa sih menyelenggarakan e-KTP? dalam pandangan saya tidak profesional, saya tanya Pak Agun siapa ini? kemungkinan ini tidak profesional lalu dijawab ini pemilik gajah-gajah," kata Nu'man.

Namun, Nu'man tidak mengetahui siapa sesungguhnya gajah-gajah yang dimaksud tersebut. "Saya menafsirkan oleh Pak Agun pengalaman dulu ada satu badan punya pengaruh besar yang mempengaruhi, pak Agung tidak menyebutkan siapa," dia menambahkan.

Nu'man juga mengaku tidak bertanya siapa gajah tersebut. "Pak Agung mengatakan iya tidak mendekatkan diri tapi tidak profesional saja karena saat perekaman ada yang tertinggal, ada yang kurang," katanya.

Nu'man juga pernah dipesankan sesuatu terkait e-KTP oleh Ganjar Pranowo yang saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II."Pak Ganjar pernah menyampaikan kalau ada yang menawarkan apapun dari e-KTP ini, Pak Nu'man jangan mau terima. Saya bilang oh iya. Itu disampaikan sambil jalan saja, termasuk uang," Nu'man mengungkapkan.

Nu'man pun mengaku tidak pernah ditawari uang terkait e-KTP.

Dalam perkara ini Setnov diduga menerima 7,3 juta dolar AS dan jam tangan Richard Mille senilai 135 ribu dolar AS dari proyek e-KTP. Setya Novanto menerima uang tersebut melalui mantan direktur PT Murakabi sekaligus keponakannya Irvanto Hendra Pambudi Cahyo maupun rekan Setya Novanto dan juga pemilik OEM Investmen Pte.LTd dan Delta Energy Pte.Lte yang berada di Singapura Made Oka Masagung.

Sedangkan jam tangan diterima Setya Novanto dari pengusaha Andi Agustinus dan direktur PT Biomorf Lone Indonesia Johannes Marliem sebagai bagian dari kompensasi karena Setnov telah membantu memperlancar proses penganggaran. Total kerugian negara akibat proyek tersebut mencapai Rp2,3 triliun.


Sumber : antaranews.com