RUPIAH SELASA SORE MELEMAH

BERADA PADA POSISI RP13.399 PER DOLAR AS.

Pin It

Dok/ist /


JAKARTA - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa (30/1/2018) sore, bergerak melemah sebesar 33 poin menjadi Rp13.399 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.366 per dolar Amerika Serikat (AS).

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, mata uang dolar AS cenderung mengalami penguatan menyusul antisipasi pelaku pasar terhadap hasil kebijakan moneter dalam Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada pekan ini.

"Pertemuan itu kemungkinan memberikan ekspektasi pasar mengenai pandangan ekonomi Amerika Serikat dan global ke depannya," katanya.

Ia mengatakan, salah satu kebijakan yang dinanti pasar dalam FOMC itu mengenai potensi kenaikan suku bunga AS. Di tengah keyakinan pencapaian inflasi di Amerika Serikat, The Fed kemungkinan akan menaikan suku bunganya pada Maret mendatang.

"Pasar berekspektasi The Fed akan menaikan suku bunganya tiga sampai empat kali sepanjang tahun 2018 yang diawali pada Maret mendatang," katanya.

Pertemuan itu, lanjut dia, juga menjadi penting karena Janet Yellen akan digantikan oleh Jerome Powell. Yellen dinilai telah merancang normalisasi ekonomi yang cukup bagus dengan sikap hati-hatinya dengan tidak terlalu mengintervensi pasar. Selanjutnya pasar akan mencermati sikap Jerome Powell.

"Kebijakan apapun yang akan ditetapkan oleh The Fed dapat mempengaruhi pasar global, termasuk Indonesia," katanya.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menambahkan, penguatan dolar AS juga dipicu oleh naiknya imbal hasil obligasi Amerika Serikat seiring perkiraan akan agresifnya kenaikan suku bunga AS.

"Kenaikan suku bunga AS juga seiring dengan ekspektasi kenaikan inflasi di tengah optimsnya pertumbuhan ekonomi AS," ujarnya.

Dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Selasa (30/1/2018) mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah ke posisi Rp13.398 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.327 per dolar AS.


Sumber : antaranews.com