CIA: RUSIA TERLIBAT KACAUKAN PEMILU AS

DONALD TRUMP BEBERAPA KALI MEMBANTAH.

Pin It

The Telegraph /

Donald Trump


WASHINGTON  - Kepala badan sandi Amerika Serikat (CIA), Minggu (8/1/2018) mengatakan, Rusia dan pihak lain mencoba mengacaukan pemilihan umum di AS, yang selanjutnya akan dilaksanakan pada November dengan pemilihan anggota Kongres.

Badan intelijen AS itu menyimpulkan, Rusia mencampuri pemilihan presiden 2016 untuk membantu pemenangan Presiden Donald Trump, yang sebagian dilakukan melalui peretasan, penyebaran surat elektronika, yang menjatuhkan calon presiden dari Demokrat, Hillary Clinton, serta menyebarkan propaganda di media gaul.

Direktur CIA Mike Pompeo mengatakan kepada CBS bahwa gangguan Rusia sudah berlangsung lama dan terus berlanjut. 

Saat ditanya pada acara "Face the Nation" tentang ulah Moskow saat ini, ia memastikan peran Rusia tersebut telah berlangsung puluhan tahun."Ya, saya masih khawatir tidak hanya tentang orang Rusia, tapi juga upaya pihak lain. Kami memiliki banyak musuh, yang ingin merusak demokrasi Barat," katanya.

Moskow menyangkal adanya campur tangan dalam pemilihan 2016 untuk membantu kemenangan Trump dari Partai Republik. 

Penasihat Khusus AS Robert Mueller sedang menyelidiki apakah ada kejahatan yang dilakukan. Dua rekan Trump, mantan penasihat keamanan nasional Michael Flynn dan ajudan kampanye George Papadopoulos telah mengaku bersalah berbohong kepada agen FBI dalam penyelidikan tersebut. 

Trump menyangkal adanya persekongkolan kampanye dengan Rusia. Dia terkadang menyarankan agar ia menerima penilaian badan intelijen AS bahwa Rusia berusaha untuk ikut campur dalam pemilihan tersebut.

Namun di lain waktu telah mengatakan, ia menerima penyangkalan Presiden Rusia Vladimir Putin yang dituduh bahwa Moskow ikut campur.

Trump kerap mengatakan keinginannya memperbaiki hubungan dengan Putin, meski Rusia telah membuat frustrasi AS di Suriah dan Ukraina dan sedikit berkontribusi dalam kebuntuan dengan Korea Utara.

Pompeo mengatakan, CIA memiliki fungsi penting sebagai bagian dari tim keamanan nasional untuk menjaga pemilihan AS tetap aman dan demokratis.


Sumber : rtr/ant