KPK HERAN OTT KEPALA DAERAH MASIH ADA

AGUS RAHARDJO: SUDAH DISUPERVISI, KORUPSI JALAN TERUS.

Pin It

Dok/ist /

Agus Rahardjo


JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyayangkan adanya kepala daerah, yang kembali terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada awal 2018.

"Deputi Bidang Pencegahan KPK telah berupaya membantu pihak Provinsi Kalimantan Selatan termasuk Kabupaten Hulu Sungai Tengah dalam program koordinasi dan supervisi pencegahan," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di gedung KPK, Jakarta, Jumat (5/1/2018).

KPK baru saja menetapkan Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latif bersama tiga orang lainnya sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Damanhuri Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan Tahun Anggaran 2017.

KPK mengharapkan OTT terhadap Bupati Hulu Sungai Tengah itu sekaligus sebagai peringatan bagi kepala daerah lain."Kita sudah menyaksikan ternyata karena walau didampingi, sudah tanda tangan pakta integritas, sudah berkomitmen di dalam suatu upacara, kejadian-kejadian ini tetap berlangsung," tuturnya.

Agus mencontohkan kepala daerah lain yang sudah berkomitmen dengan menandatangani pakta integritas, namun kemudian akhirnya tetap terjaring OTT."Anda mungkin ingat, mohon maaf kalau saya sebutkan Bupati Klaten tanda tangannya di KPK kemudian kami terpaksa melakukan OTT. Kemudian ingat juga Gubernur Bengkulu, Gubernur Bengkulu yang tanda tangan pakta integritasnya di Bengkulu yang saksikan saya sendiri kemudian ada OTT di sana," katanya.

KPK telah menetapkan empat tersangka dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Damanhuri Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah Tahun Anggaran 2017.


Sumber : antaranews.com