GEMPA MASIH TERUS TERJADI

NAMUN GUNUNG AGUNG HARI INI RELATIF TENANG

Pin It

BPBD BALI /

JAKARTA—Situasi Gunung Agung hari ini relatif tenang dan tidak terjadi hembusan. Namun demikian, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat mulai pukul 00.00 hingga 06.00 tadi pagi masih terjadi 12 kali gempa Low Frequency, lima kali gempa Vulkanik Dangkal (VB), empat kali gempa Vulkanik Dalam (VA), namun tidak terjadi gempa tektonik.

PVMBG dan Pos Pengamatan Gunungapi Agung terus memantau perkembangan kegiatan vulkanik dan senantiasa berkoordinasi dengan satuan pelaksana (satlak) Kecamatan dan BPBD Kabupaten Karangasem tentang penanggulangan bencana erupsi Agung.

Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pengamatan Gunung Api Wilayah Timur, PVMBG, Devy Kamil Syahbana, sebelumnya mengungkapkan bahwa jika dilihat dari catatan sejarah letusannya, Gunung Agung adalah satu diantara tujuh gunung api di dunia yang sempat meletus dengan skala VEI 5 secara berturut-turut. VEI (Volcanic Explosivity Index) adalah skala yang digunakan untuk mengukur kekuatan erupsi atau ledakan sebuah gunung api.

Devy mengungkap bahwa Gunung Agung bahkan memiliki ciri khas dengan letusan berskala VEI 5 dua kali berturut-turut. "Artinya memang ini adalah satu-satunya gunung di Indonesia yang pernah mengalami eksplosifitas yang sangat tinggi dua kali berturut-turut. Biasanya di gunung lain ada fase erupsi yang kecil, baru fase yang besar," katanya, seperti dikutip Tribun Bali.com.

Sejak status awas 22 September 2017 hingga kemarin, skala VEI Gunung Agung paling tinggi VEI 2. Kekuatan VEI 5, kata Devy, seribu kali lipat daripada VEI 2.  Bukan cuma itu, Gunung Agung yang dinamakan Sang Giri Tohlangkir ini adalah satu diantara 59 gunung yang sempat meletus dengan skala VEI 5. "Total gunung api di dunia itu ribuan. Jadi yang memiliki skala letusan VEI 5 cuma 59 gunung api. Gunung Agung salah satunya," kata Devy.

Dengan potensi letusan sekarang, apakah ada kemungkinan bakal mencapai VEI 5 sebagaimana yang terjadi pada tahun 1843 dan 1963? Sayangnya belum ada satupun ahli vulkanologi yang bisa menjawab secara pssti.  "Bisa jadi masuknya lebih rendah dari itu. Bisa juga tidak,  Kami tidak bisa memastikan. Yang bisa kami lakukan adalah terus memonitor datanya. Kalau ada indikasi erupsi yang lebih besar, tentunya kami akan menyesuaikan dengan rekomendasi kami," terang pria asal Aceh ini.

Saat ini, PVMBG masih menetapkan status Gunung Agung pada level IV awas. Itu artinya, dengan masih awasnya status Gunung Agung, PVMBG menyarankan agar masyarakat tetap mengikuti rekomendasi dari PVMBG.


Sumber : BERBAGAI SUMBER