PILKADA 2018, KAPOLRI: NEGARA JANGAN TERKOYAK

MEDIA MASSA JUGA DIMINTA IKUT CIPTAKAN SUASANA AMAN.

Pin It

Dok/ist /

Kapolri Jenderal Tito Karnavian.


BOGOR – Polri siap mengamankan pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 yang akan digelar di 171 daerah. Negara tidak boleh terkoyak apalagi hanya untuk kepentingan politik sesaat.

Penegasan itu disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian seusai rapat dengan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/12/2017).

Ia mengatakan, jajarannya siap mengamankan Pilkada Serentak 2018 itu. Dia meminta semua pihak ikut menjaga kondisi."Masyarakat tidak boleh terkonflik, apalagi terkorbankan hanya demi kepentingan politik sesaat. Harus kita jaga," dia menegaskan.

Kapolri juga meminta Pemda tidak menggunakan politik anggaran untuk menekan pihak-pihak tertentu.

Media massa juga diminta untuk ikut menciptakan suasana yang aman. “Berita dan kabar yang disebarkan perlu mempertimbangkan sensitivitas masyarakat, bukan semata mengejar atensi publik. Warganet juga harus demikian.

Dia mempersilakan untuk mendukung sana-sini tetapi jangan gunakan isu-isu sensitif, terutama suku, agama, ras. “Kasihan masyarakat," katanya. 

Tokoh agama, tokoh adat, hingga organisasi kemasyarakatan (ormas) akan dirangkul semua demi suasana yang aman. Bukan berarti masyarakat tidak boleh berpihak dalam pilkada serentak.

"Boleh berpihak ke mana, tapi ingat idealisme untuk menjaga persatuan dan kesatuan, jangan sampai masyarakat terbelah. Konflik fisik itu jangan sampai terjadi," dia mengingatkan itu.


Sumber : pelbagai sumber