RUPIAH MENGUAT KE RP13.502

TERPENGARUH SENTIMEN INFLASI DALAM NEGERI.

Pin It

Dok/ist /


JAKARTA - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa (5/12/2017) pagi, bergerak menguat sebesar 25 poin menjadi Rp13.502 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.527 per dolar Amerika Serikat (AS).

"Nilai tukar rupiah kembali terapresiasi seiring dengan sentimen inflasi Indonesia yang terjaga," kata Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta pagi ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi pada November 2017 sebesar 0,2 persen. Dengan demikian, tingkat inflasi tahun kalender Januari-November 2017 mencapai 2,87 persen dan inflasi tahunan (year on year) sebesar 3,3 persen.

Berdasarkan PMK No.93/PMK.011/2014 tentang Sasaran Inflasi tahun 2016, 2017, dan 2018 tanggal 21 Mei 2014 sasaran inflasi yang ditetapkan oleh Pemerintah untuk periode 2016-2018, masing-masing sebesar 4 persen, 4 persen dan 3,5 persen masing-masing dengan deviasi 1 persen.

Namun, ia mengatakan pergerakan rupiah ke depannya relatif akan terbatas ditengah antisipasi pelaku pasar uang terhadap data ekonomi nasional menjelang akhir tahun ini guna mempelajari strategi investasi selanjutnya.

"Diharapkan Indonesia mampu mencapai target pertumbuhan ekonomi tahun ini di atas 5 persen sehingga pergerakan rupiah tidak tertahan dan melanjutkan apresiasinya," katanya.

Ia menambahkan, salah satu faktor yang juga dapat menahan pergerakan rupiah yakni sentimen mengenai pembahasan rancangan program reformasi perpajakan Amerika Serikat yang dinilai mulai ada kejelasannya.

"Program pajak Amerika Serikat itu diperkirakan dapat mendorong ekonomi meningkat, kondisi itu dapat mendorong permintaan aset berdenominasi dolar AS meningkat," dia menambahkan.


Sumber : antaranews.com