GUNUNG AGUNG HARI INI TENANG

BANYAK TANAMAN DAN TERNAK MATI TERKENA ABU DAN LUMPUR

Pin It

RADAR BALI /

DENPASAR—Kondisi Gung Agung hari ini relatif tenang. Asap abu vulkanik yang keluar dari kawah gunung Agung tampak mereda yakni dengan ketinggian 1500-2000 meter dengan arah terbangan abu ke tenggara. Selain itu, sejak pukul 00.00 Wita hingga 11.55 Wita juga tidak ada tremor yang terekam oleh alat Seismograf PVMBG.

"Penurunan itensitas asap ini fluktuatif. Walau kepulan asap menipis,  kita tidak bisa menilai gunung Agung dalam kondisi sudah aman. Data kita menunjukan aktivitas vulkanik gunung Agung masih tinggi," Ujar Kepala Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi I Gede Suantika, Jumat (1/11/2017).

Ia menjelaskan, berdasarkan data perekaman sesimik, deformasi, citra satelit dan geokimia, saat ini magma terus keluar untuk memenuhi kawah. Sering terlihatnya cahaya api (glow) di atas kawah, juga mengindikasikan magma di kawah masih sangat panas. Berdasarkan data tersebut, phak PVMBG juga mengestimasi jika kawah sudah memenuhi 1/3 dari kawah gunung Agung yang memilki diameter luas 900 meter dan kedalaman 200 meter.

"Kita masih merekam gempa vulkanik, yang juga menindikasikan adanya laju lava yang rata-rata pergerakannya masih stabil. Saat ini kondisi gunung masih dalam fase kritis," jelas Suantika, seperti dikutip Tribun Bali.com.

Walau mereda, potensi erupsi selanjutnya pun masih tetap ada. Gunung Agung masih dalam status awas (level IV), sehingga tidak boleh ada aktivitas apapun di radius 8 km, perluasan sektoral 10 kilometer di sisi arah Utara-Timurlaut dan Tenggara-Selatan-Baratdaya.

Tanaman Mati

Sementara itu Kapolda Bali dan Ketua Pasebaya di wilayah Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Agung hari ini meninjau beberapa lokasi. Hasil temuannya sebagai  berikut :

1. Tanaman keras seperti kopi, cempaka, boni, sengon, manggis dan lainnya semua berguguran daunnya dan ada yang mati akibat hujan abu yang mengandung zat belerang.

2. Rerumputan dari Dusun Sogra menuju Pura Pasar Agung yang radiusnya 5 km dari bibir kawah mengering semua.

3. Beberapa ekor hewan seperti anjing yang ditinggal di rumah ada yang mati, akibat kelaparan atau tidak kuat menghirup bau belerang.

4. Suara binatang kelaparan seperti kera masih terdengar di parkir bawah akibat buah yang biasa dimakan oleh kera tidak ada lagi.

5. Jalan menuju Pura Pasar Agung penuh lumpur dan atau sisa debu vulkanik dan daun daunan berserakan di aspal yang mengakibatkan jalan licin dan bisa menyebabkan kecelakaan apabila dilalui kendaraan.

6. Bau belerang sangat kuat dan terasa, hingga mengakibatkan sakit kepala apabila terus menghirupnya.


Sumber : BERBAGAI SUMBER