MENGANTISIPASI LETUSAN BESAR GUNUNG AGUNG

PENGALAMAN 1963, SETELAH SERENTETAN ERUPSI EFUSIF AKAN TERJADI LETUSAN EKSPLOSIF

Pin It

CUBICLE /

Kata pepatah, untung tak bisa diraih, malang tak bisa ditolak. Kita tentu tidak mengharapkan kemalangan terjadi, namun apabila memang harus dihadapi, kita perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin agar dampak negatifnya bisa diperkecil.

Malapetaka yang sangat mungkin terjadi adalah meletusnya Gunung Agung di Bali. Saat ini sudah terjadi beberapa kali letusan, namun bersifat efusif. Berdasarkan pengalaman, setelah serentetan letusan efusif akan diikuti dengan letusan yang eksplosif. Hal seperti itu juga terjadi pada letusan tahun 1963 yang menelan korban sekitar 10.000 warga Bali.

Saat ini sinar api semakin sering teramati di malam hari berikutnya. Ini menandakan potensi letusan yang lebih besar akan segera terjadi. Untuk mengantisipasi segala kemungkinan dan risiko bencana maka Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menaikkan kembali status Gunung Agung dari Siaga (level 3) menjadi Awas (level 4) Senin (27/11/2017) pagi. Status Awas adalah status tertinggi dalam status gunungapi.

Kepala Bidang Mitigasi PVMBG I Gede Suantika menjelaskan, kepulan asap mengandung abu vulkanik secara visual mengepul makin tinggi, tebal dengan tekanan lava pun makin kuat menuju permukaan dasar kawah Gunung Agung. “Infusi lava ke dasar kawah makin besar debit volumenya. Kita masih berharap letusan ini efusif. Kawah penuh dan lava meluber dengan berlahan, sehingga tidak sampai ekplosif (ledakan besar)," ujar Gede Suantika.

Erupsi efusif ini bisanya ditandai oleh pengeluaran lava menuju ke permukaan bumi yang terkadang disertai dengan terjadinya letusan eksplosif yang kecil. Sedangkan erupsi eksplosif terjadi apabila letak dapur magma yang dalam, kemudian terdapat volume gas yang besar, dan juga magma yang bersifat masam. Erupsi jenis ini akan memuntahkan isi bumi, terdiri dari piroklastik yang mengandung kandungan S1O2  tinggi yang berupa bongkah, bom, lapili, pasir, debu, dan juga abu.

Jika mengacu pada letusan tahun 1963, diperkirakan perlu waktu sekitar satu bulan sebelum letusan eksplosif. "Siklusnya sama seperti tahun 1963. Didahului letusan efusif seperti saat ini. Kepulan asap terus terjadi, hingga sebulan kemudian diawali adanya gemuruh dan diikuti  ledakan eksplosif. Mungkin dulu dasar lava masih dangkal, lava keluar dan langsung meleleh," jelasnya.

Peringatan dari PVMBG dan BNPB tentu tidak sembarangan. Kedua lembaga tersebut mendasarkan prakiraannya atas perhitungan ilmiah dan pengalaman empirik. Ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk mempersiapkan diri agar dampak negatifnya bisa dikurangi sampai tingkat sekecil mungkin. Saat ini saja dampaknya sudah sangat terasa. Hujan abu dimana-mana. Pemerintah kemarin telah menutup sementara bandara Ngurah Rai Denpasar dan bandara Lombok.

Kita menilai kesiagaan pemerintah sudah sangat baik. Pos-pos pengungsian sudah didirikan di berbagai tempat, pasokan bahan makanan juga sudah dipersiapkan. Informasi mengenai perkembangan gempa dan letusan juga bisa diikuti secara cepat sehingga warga memperoleh pengetahuan yang cukup memadai  sehingga mereka bisa mempersiapkan diri dengan baik.

Kita mengapresiasi kesiagaan pemerintah dalam mengantisipasi keadaan darurat. BNPB telah mengkoordinasi potensi bantuan dari TNI, Polri, Basarnas, Kementerian PU Pera, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, BUMN dan lainnya untuk mendampingi Pemerintah Daerah dalam penanganan erupsi Gunung Agung. Posko Pendampingan Nasional telah diaktivasi di Kabupaten Karangasem. BPBD bersama unsur lainnya terus melakukan penanganan darurat erupsi Gunung Agung.

Maka, secara fisik atau perhitungan matematis kita sudah siap untuk mengantisipasi keadaan terburuk. Kita tidak ingin letusan Gunung Agung, kalau benar-benar terjadi nanti, menelan korban besar seperti dulu. Maka kita harus bergandengan tangan, bahu membahu, saling membantu untuk memperkecil resiko. Selebihnya, kita berdoa mengharapkan kasih sayang Tuhan tetap tercurah kepada kita semua.

 


Sumber : BERBAGAI SUMBER