RUPIAH PAGI DIBUKA MENGUAT

BERGERAK PADA POSISI RP 13.534.

Pin It

Dok/ist /


JAKARTA - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu (15/11/2017) pagi, bergerak menguat 17 poin menjadi Rp13.534 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.551 per dolar Amerika Serikat (AS).

"Nilai tukar rupiah mengalami apresiasi terhadap dolar AS seiring dengan ekspektasi pelaku pasar terhadap inflasi masih akan terkendali," kata analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta pagi ini.

Ia mengemukakan, pemerintah menjamin rencana penyederhanaan golongan pelanggan listrik rumah tangga nonsubsidi tidak akan mengakibatkan perubahan tarif listrik yang dapat mendorong inflasi.

"Situasi itu direspon positif pasar karena diasumsikan tidak akan menciptakan lonjakan inflasi yang dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.

Reza menambahkan, ketidakpastian program pajak Amerika Serikat turut menjadi salah satu faktor yang menahan laju dolar AS di pasar valas global termasuk di Indonesia.

Terpisah, Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, tertundanya pembahasan reformasi pajak di Kongres Amerika Serikat menahan dolar AS untuk terapresiasi.

"Tertundanya program pajak itu bertolak belakang dengan optimisme Presiden AS yang yakin akan disahkan menjadi undang-undang sebelum Natal pada Desember 2017," dia menambahkan.


Sumber : antaranews.com