PENGACAU DI PAPUA SANDERA 34 WARGA DEMAK

KASUSNYA DIKORDINASIKAN DENGAN MABES POLRI.

Pin It

jakartagreater.com /

TNI dilibatkan untuk menumpas kelompok pengacau bersenjata di Papua.


DEMAK – Aksi kelompok pengacau bersenjata di Papua kian menjadi-jadi. Sedikitnya 34 warga Demak, Jawa Tengah (Jateng) hingga kini masih disandera kelompok pengacau itu. 

Kapolres Demak, Ajun Komisaris Besar Sonny Irawan mengungkapkan, 34 warga Demak berasal dari Desa Kedondong, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak. Laporan diwakilkan oleh Kades Kedondong, Sistianto, ke Unit Intel Polres Demak.

"Sedikitnya 34 warga Kedondong lapor ke kepala desa. Kepala desa kemudian ke unit intel. Mereka mulai khawatir karena keluarga di Tembagapura tidak bisa dikontak dan ramai pemberitaan soal penyanderaan," kata Sonny seperti dilansir detikcom, Senin (13/11/2017).

"Laporannya sekitar tanggal 9 atau 10 November kemarin," dia menambahkan.

Setelah diselidiki ternyata memang benar 34 nama warga Kedondong tersebut masuk dalam catatan warga yang disandera kelompok pengacau bersenjata.

"Ternyata memang masuk yang disandera, nama-namanya lengkap," kata Sonny.

Pihak Polres Demak kemudain berkoordinasi dengan Polda Jawa Tengah. Karena hal ini merupakan kasus nasional, maka dikoordinasikan juga ke Mabes Polri.

Kelompok pengacau bersenjata menyandera 1.300 orang di Desa Kimbely dan Desa Banti. Saat ini hanya perempuan yang diperbolehkan meninggalkan wilayah kampung untuk mencari kebutuhan pangan. TNI dan Polri berusaha mengedepankan cara persuasif untuk menangani kasus tersebut. 


Sumber : detik.com