INDEKS SAHAM TURUN TAJAM 29,5 POIN

SETELAH CAPAI REKOR TERTINGGI KEMARIN SECARA TEKNIKAL JENUH

Pin It

/

JAKARTA—Setelah kemarin menembus rekor tertinggi, hari in Kamis (26/10) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menurun tajam. Data BEI menunjukkan indeks saham melemah 29,58 poin menjadi 5.995,84.

Selain beberapa sentimen negatif, para investor juga melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah kemarin terjadi lonjakan indeks yang sangat tinggi. Dalam perdagangan Rabu, indeks saham ditutup menguat 73,35 poin atau 1,23 persen menjadi 6.025,43, sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 11,79 poin (1,19 persen) menjadi 995,93.

Pencapaian indeks kemarin merupakan rekor tertinggi setelah investor optimistis terhadap saham-saham sektor konstruksi dan produsen semen yagng meningkat. Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan kepada Antaranews.com bahwa penguatan saham-saham sektor itu seiring dengan disetujuinya Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2018 untuk disahkan menjadi undang-undang (UU) yang di antaranya mencakup belanja negara Rp2.220,7 triliun.

Selain itu, lanjut dia, perkiraan produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2018 yang dipatok tumbuh 5,4 persen menambah sentimen positif bagi pasar saham domestik.

Di tengah sentimen yang positif itu, dia menambahkan, investor asing pun turut melakukan aksi beli. Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia pada hari Rabu, investor asing mencatatkan beli bersih atau "foreign net buy" di pasar reguler sebesar Rp114,93 miliar.

Setelah IHSG berhasil mencatatkan level tertingginya, secara teknikal IHSG akan masuk dalam area jenuh beli sehingga probabilitas terkoreksi cukup tinggi. Tercatat frekuensi perdagangan sebanyak 350.318 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 9,155 miliar lembar saham senilai Rp8,518 triliun. Sebanyak 206 saham naik, 136 saham menurun, dan 123 saham tidak bergerak nilainya atau stagnan.


Sumber : BERBAGAI SUMBER