KENALI GEJALA STROKE

STROKE MERUPAKAN 21,1% PENYEBAB KEMATIAN

Pin It

Kemenkes /

JAKARTA--Data World Health Organization (WHO) 2012 menunjukkan 6,7 juta jiwa di seluruh dunia meninggal akibat stroke. Adapun Sample Registration System (SRS) Indonesia 2014 mengungkapkan stroke merupakan penyebab kematian utama, yaitu sebesar 21,1% dari seluruh penyebab kematian disemua kelompok umur.

Stroke sangat berbahaya dan perlu dicegah sejak dini. Oleh karena itu, dalam rangka memperingati Hari Stroke Sedunia 2017 yang mengusung tema ‘What is Your Reason for Preventing Stroke?’, Kementerian Kesehatan RI mengadakan diskusi tentang penyakit stroke di Gedung Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (25/10).

"Stroke dapat mengakibatkan kematian atau kecacatan yang akan menurunkan status kesehatan dan kualitas hidup penderita stroke, di samping itu akan menambah beban biaya kesehatan yang ditanggung keluarga dan negara," kata dr. Lily S. Sulistyowati, MM – Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), dalam diskusi tersebut.

Sementara itu terungkap bahwa usia orang yang terkena serangan stroke saat ini semakin muda. Ini disebabkan oleh perubahan pola hidup masyarakat. "Akibat perubahan pola hidup, stres, pola makan tidak teratur, banyak makan makanan siap saji, dan sebagainya, kurang aktivitas fisik," kata Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi), Profesor Dr dr Mohamad Hasan Machfoed Sp S (K) MS dalam kesempatan yang sama.

Lily pun menjabarkan berbagai penyebab stroke dan salah satu cara mengatasinya. "Stroke dapat dicegah dengan pengendalian perilaku yang berisiko seperti penggunaan tembakau, diet yang tidak sehat dan obesitas, kurang aktivitas fisik serta penggunaan alkhohol," kata dr Lily.

Salah satu tips mudah mengenali gejala terserang stroke diraNgkum dalam "SeGera Ke RS". Tips Mudah Kenali Gejala Terserang Stroke

Se-Senyum tidak simetris, tersedak, sulit menelan air minum secara tiba-tiba

Ge-Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba

Ra-bicaRa pelo atau tiba-tiba tidak dapat bicara

Ke-Kebas atau kesemutan separuh tubuh

R-Rabun, pandangan satu mata kabur tiba-tiba

S-Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba, gangguan keseimbangan, gerak sulit dikoordinasi

Peringatan Hari Stroke Sedunia tahun 2017 diharapkan menggugah kesadaran masyarakat agar lebih peduli dan waspada terhadap stroke dengan melibatkan semua pihak dalam upaya pencegahan dan pengendalian faktor risiko dengan perilaku hidup sehat, mampu mendeteksi gejala awal stroke, mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang baik, tepat  dan terjangkau saat terjadi serangan.

 

"Kementerian Kesehatan berharap semoga kita semua dapat menjadi agen perubahan dalam perilaku hidup sehat, khususnya  dalam pencegahan dan pengendalian faktor risiko stroke, sehingga masyarakat Indonesia yang sehat dan berkualitas dapat diwujudkan," kata dr Lily lagi.


Sumber : BERBAGAI SUMBER