PENYIAR RADIO DITANGKAP BAWA GOLOK DI JALAN

TERANCAM MAKSIMAL 10 TAHUN PENJARA.

Pin It

malangtoday.net /

Ilustrasi golok


TULUNGAGUNG –Anda suka membawa-bawa senjata tajam ke mana-mana, sebaiknya buang kebiasaan buruk itu. Ya, jika tidak ingin digelandang ke kantor polisi.

IAB (24) penyiar radio di Tulungagung, Jawa Timur (Jatim) harus berurusan dengan polisi lantaran kedapatan membawa golok di jalanan dan dianggap menganggu warga. 

Parahnya lagi pelaku sempat mendatangi petugas di lokasi kejadian. Aparat Kepolisian Sektor Bandung, Kabupaten Tulungagung yang sedang razia langsung mengamankan penyiar radio itu.

"Pelaku ini sempat mendatangi petugas yang saat itu berada di lokasi kejadian dengan berpakaian preman," kata Kapolsek Bandung Ajun Komisaris Siswanto, Kamis (12/10/2017).

Tidak ada perlawanan dilakukan penyiar radio swasta saat dibekuk. Polisi juga mengamankan barang bukti senjata tajam jenis golok serta satu unit telepon genggam yang dibawa dibawa pelaku.

"IAB langsung dibawa ke mapolsek untuk menjalani pemeriksaan. Saat ini statusnya sudah dinaikkan menjadi tersangka atas kepemilikan senjata tajam," kata Siswanto seperti dilaporkan antaranews.com.

Kini tersangka ditahan dan dititipkan ke Mapolres Tulungagung sambil menunggu proses hukum lebih lanjut.

Menurut Siswanto, operasi dilakukan jajaran Polsek Bandung sejak beberapa hari terakhir akibat maraknya aksi pecah kaca yang terjadi di daerah tersebut.

Bagaimana ceritanya sehingga sang penyiar radio menenteng golok?

Begini ceritanya. Saat itu, Rabu (11/10/2017) sore sekitar pukul 20.00 WIB, beberapa polisi berhenti di Jembatan Bulus untuk memantu kondisi wilayah. IAB yang saat itu baru saja turun siaran, mendapat kabar dari grup percakapan media sosial whatsapp kelompoknya, jika di jembatan ada beberapa orang yang mencurigakan.

IAB lalu diminta untuk melakukan pengecekan di lapangan. Pelaku ini mengaku saat itu juga langsung pulang dan mengambil golok. Dia selanjutnya bergegas ke jembatan dengan dihantar satu rekannya. Dan sesampai di lokasi, dia tahu yang didatangi ternyata adalah polisi sehingga berniat balik kanan namun golok yang disembunyikan dibalik jaket terjatuh.

Saat itulah, anggota Unit Reskrim Polsek Bandung langsung mengamankan tersangka dan barang bukti untuk dibawa ke Mapolsek guna dimintai keterangan lebih lanjut. 

Yang pasti akibat kecerobohan itu, sang penyiar radio IAB ditahan di Polres Tulungagung dan dijerat pasal 2 Undang-undang Darurat Nomor 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. 


Sumber : pelbagai sumber