MENUNGGU AKSI RONALDO DAN MESSI DI PIALA DUNIA

23 DARI 32 FINALIS KINI SIAP BERLAGA. SISANYA DITENTUKAN NOVEMBER.

Pin It

bola.net /

Ronaldo versus Messi


ZURICH –  Apa rasanya Piala Dunia 2018 di Rusia tanpa pemain bintang sekelas Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi?

Ibarat makanan tanpa rasa garam. Yang pasti lolosnya Spanyol dan Argentina dengan membawa maha bintang Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi agaknya menjadi menariknya ajang sepak bola empat tahunan itu.

Sayangnya, turnamen akbar pada tahun depan itu akan kehilangan salah satu tim yang reguler berlaga setelah AS secara mengejutkan gagal lolos pada Selasa (10/10/2017).

Sementara itu, Panama memperlihatkan bahwa tidak ada yang mustahil untuk negara-negara kecil untuk lolos tanpa harus memperbanyak tim peserta menjadi 48 tim, yang direncanakan akan diterapkan pada edisi 2026, ketika mereka bergabung dengan Islandia yang mencapai turnamen ini untuk pertama kalinya.

Juara Amerika Selatan Chile, seperti sejawat Afrikanya Kamerun, gagal meraih tiket ke Rusia -- dan anehnya, tersingkirnya mereka merupakan hasil dari protes yang dilakukan kepada FIFA mengenai lawan-lawan yang memainkan pemain tidak sah.

Sebanyak 23 dari 32 finalis kini telah didapat sedangkan sisanya akan ditentukan pada November, di mana dilakukan empat playoff Eropa, dua playoff antar benua, dan putaran akhir kualifikasi zona Afrika, di mana ketiga grup masih terbuka.

Brazil, yang akan melakukan penampilan ke-21 kalinya di Piala Dunia, masih menjadi satu-satunya tim yang selalu hadir di putaran final dan telah memastikan partisipasinya jauh sebelum drama pada Selasa.

Ronaldo dan Messi, yang bergantian menjadi sosok peraih Penghargaan Pemain Terbaik FIFA sejak 2008, menuju pertandingan-pertandingan akhir fase grup dengan ketidak pastian apakah mereka dapat ambil bagian pada turnamen tahun depan.

Kecemasan itu berkurang ketika trigol Messi memimpin Argentina menang 3-1 di dataran tinggi di Ekuador, untuk memastikan tempat mereka dan Portugal menang 2-0 atas Swiss.

AS, salah satu anggota terpenting FIFA terkait urusan-urusan komersial, tidak seberuntung itu ketika mereka kalah 1-2 di Trinidad and Tobago, yang dikombinasikan dengan kemenangan untuk Panama dan Honduras, untuk mengakhiri laju tujuh penampilan di putaran final secara berturut-turut Belanda, semifinalis pada 2014 dan runner up pada 2010, juga akan absen sedangkan juara dunia empat kali Italia, yang terakhir kali gagal lolos pada 1958, menghadapi playoff dua leg pada November.

Dampak dari absennya AS akan jatuh kepada perusahaan penyiaran Fox, yang mengambil alih hak siar Piala Dunia dari ESPN sejak turnamen 2018 dan merupakan kandang dari sejumlah sponsor, seperti Nike, yang berharap bisa mendapatkan banyak sorotan dari Piala Dunia.

Negara-negara kecil Lolosnya Panama untuk pertama kalinya ke putaran final memicu Presiden Juan Carlos Valera untuk mendeklarasikan hari libur nasional, menyebutkan hal itu melalui Twitter sebagai "hari bersejarah untuk negara." Namun kemenangan 2-1 mereka atas Kosta Rika juga menyoroti keputusan mengejutkan FIFA untuk tidak menggunakan teknologi garis gawang pada pertandingan-pertandingan kualifikasi, ketika gol terlihat belum melewati garis gawang sepenuhnya untuk gol pertama mereka.

Kesuksesan Panama juga memperkuat kubu yang berargumen bahwa dibesarkannya Piala Dunia menjadi 48 tim tidak diperlukan untuk membuat lebih banyak negara kecil dapat ambil bagian.

Kejutan dari Islandia
 
Pada Senin, Islandia, dengan populasi kurang dari 350.000 jiwa, menjadi negara terkecil yang pernah lolos ke putaran final, sedangkan Cape Verde, dengan populasi 550.000 jiwa, masih berpeluang untuk meraih salah satu tiket dari zona Afrika.

Piala Dunia yang lebih besar mungkin juga mengurangi nilai kompetisi kualifikasi, khususnya di Amerika Selatan di mana dua poin memisahkan lima tim yang bertarung untuk dua tiket langsung dan satu spot playoff sebelum laga-laga akhir yang menegangkan pada Selasa.

Malam yang menaikkan tensi berakhir dengan Uruguay, Argentina, dan Kolombia bergabung dengan Brazil di Rusia, sedangkan hasil imbang 1-1 yang didapat Peru sudah cukup untuk membawa mereka ke peringkat kelima -- spot playoff -- dan meneruskan impian mereka untuk tampil pertama kalinya sejak 1982.

Peru menyusup untuk menyalip Chile dengan keunggulan selisih gol setelah tetangga selatan mereka kalah 0-3 dari Brazil dan turun ke peringkat keenam. Mereka juga berutang kepada Venezuela yang menghentikan Paraguay untuk mengambil spot playoff dengan kemenangan mengejutkan 1-0 di Asuncion.

Pada awal kompetisi kualifikasi, Chile mendapatkan dua poin tambahan setelah memprotes bahwa Bolivia memainkan pemain tidak sah -- Nelson Cabrera yang lahir di Paraguay -- saat bermain imbang 0-0 di Santiago.

FIFA setuju dan menghadiahi mereka kemenangan "walkover" 3-0 -- namun kemudian melakukan hal yang sama untuk Peru yang kalah 0-2 dari Bolivia, dan oleh karena itu mendapatkan tambahan tiga poin, berbanding dengan dua poin untuk Chile.Tambahan poin itu terbukti menjadi penentu pada Selasa (10/10/2017).


Sumber : rtr/ant