MAGMA MEMILIKI CELAH NAIK KE PERMUKAAN

KEGEMPAAN MASIH 600 KALI LEBIH DALAM SEHARI

Pin It

BALIPOST.COM /

Gunung Agung

JAKARTA--Kondisi Gunung Agung masih awas karena tingkat kegempaan vulkaniknya masih tinggi. Saat ini terdapat indikasi banyak terjadi rekahan di dasar kawah yang membuat magma mulai banyak memiliki celah untuk naik ke permukaan.
Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani, mengatakan bahwa gempa vulkanik dalam, vulkanik dangkal dan tektonik lokal masih cukup tinggi dan fluktuatif. Kegempaan masih diatas 600 per hari. Itu artinya aktivitas magma di dalam gunung masih bergejolak. “Hembusan asap sampai saat ini masih bervariasi kisaran ketinggian 100-200 meter,” ungkap Kasbani seperti dikutip Balipost.com, Rabu (11/10)..

Menurut Kasbani, saat ini gempa yang terjadi lebih terkonsentrasi pada gempa vulkanik. Itu kaitannya dengan stres yang disebabkan oleh pergerakan magma di dalam. Mungkin magmanya sudah menemui banyak jalan lewat rekahan-rekahan yang telah terjadi di dasar kawah sehingga memudahkan magma untuk menuju ke atas. Tapi sebagian magma sudah dimanifestasikan menjadi asap, katanya..

Karena magma sudah mulai mempunyai celah untuk naik ke permukaan, makanya gempa terasa berkurang. Kalau sebelumnya gempa terasa terus terjadi karena lempengan penahan masih kuat bertahan. Mungkin saja magma sudah ada banyak celah menuju ke atas. Makanya gempa terasa tidak ada lagi,” tegas Kasbani.

Dia menjelaskan, terkait pemantauan memakai drone militer yang dilakukan PVMBG bersama BNPB, Kasbani menjelaskan kalau pengamatan visual itu dilakukan untuk mengetahui secara pasti kondisi asap di dasar kawah, aktivitas yang ada di puncak dan perkembangan deformasi yang ada di atas.




Sumber : BALIPOST.COM