32 KAPAL DISIAPKAN UNTUK EVAKUASI

UNTUK ANTISIPASI KALAU ERUPSI GUNUNG AGUNG MEMUTUS JALUR DARAT

Pin It

Patrolinews.com /

Ketua BNPB Willem Rampangilei

KARANGASEM--Kepala BNPB Willem Rampangilei, menegaskan akan memanfaatkan Pelabuhan Padangbai untuk jalur evakuasi. Sudah ada 32 kapal yang siaga di pelabuhan setempat, bila mana situasi terburuk terjadi. “Cuma masalahnya, kalau kapalnya semua dimanfaatkan evakuasi, penyeberangan biasa ke jalur resmi bisa berjalan apa tidak?” katanya seperti dikutip Balipost.com.

Dari Pelabuhan Padangbai, wisatawan akan dievakuasi ke Surabaya, kemudian naik pesawat di sana melalui beberapa bandara setempat. “Kalau erupsi terjadi, mudah-mudahan dampaknya tak sampai ke Surabaya,” imbuh Willem.

Sementara itu, Kasat Polair Polres Karangasem, AKP I Made Wartama, mengatakan jalur laut yang digunakan sebagai titik evakuasi, yakni wilayah Pantai Belubuh Desa Seraya Tengah dan Pantai Amed/Jemeluk Abang. Ini dipersiapkan, untuk antisipasi, apabila terjadi erupsi dan memutus jalur darat di Perasi dan Bugbug.

Kasat Polair sebagai Kasbubsatgas II SAR Polair menemui satu per satu nahkoda fast boat di Pelabuhan Rakyat Padangbai. “Kami mengajak mereka agar bersama-sama memiliki misi kemanusiaan, mau membantu evakuasi melalui jalur laut dalam rangka antisipasi situasi darurat Bencana erupsi Gunung Agung,” kata Wartama.

Evakuasi melalui jalur laut, menjadi titik langkah paling akhir untuk membantu evaluasi warga. Khususnya yang terisolasi jika terjadi erupsi Gunung Agung dan tidak bisa melewati jalur darat.

Salah satu nakkoda fast boat Blue Water Express I Made Suta (47), menyambut baik rencana melibatkan para pemilik fastboat ini. Dia sendiri menegaskan, sanggup membantu bila mana diperlukan melakukan tugas kemanusiaan guna evakuasi masyarakat, jika nanti Gunung Agung erupsi dan tidak bisa melakukan evakuasi melaui jalur darat. “Boat saya bisa dikerahkan,” kata Suta diiyakan pemilik fastboat lainnya.

Komandan Satgas Siaga Bencana, Letkol Inf. Fierman Sjafirial Agustus mengatakan, salah satu titik pengungsian terpadat ada di Kecamatan Abang yang dipusatkan di Lapangan Gajah Wea. Titik pengungsian ini menampung pengungsi dari sepuluh desa di Kecamatan Abang dan Bebandem.

Desa-desa itu, antara lain Desa Budakeling, Ababi, Abang, Nawa Kerti, Kesimpar, Tista, Pidpid, Datah, Labasari dan Culik. Tempat pengungsian ini menampung ribuan pengungsi karena daerahnya cukup luas.


Sumber : BALIPOST.COM