1.100 ORANG AKAN IKUT KOMPETISI BORN TO PROTECT PAGI INI

KOMPETISI INI UNTUK MENCARI BIBIT MUDA DALAM CYBER SECURITY

Pin It

DEFSYS Group /

JAKARTA—Sebanyak 1.100 orang tercatat mendaftar kompetisi Born to Protect yang diselenggarakan Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) hari ini, Sabtu (19/8) di kampus Universitas Gunadarma, Karawaci, Tangerang.

Kometisi yang akan diluncurkan oleh Menteri Kominfo Rudiantara dimaksudkan untuk mencari bibit-bibit muda di bidang cyber security. Menurut rencana, kompetisi Bort to Protect akan diselenggarakan di beberapa kota, antara lain Medan, Palembang, Bandung, Yogyakarta, Malang, Bali, Samarinda, Makassar, dan Manado

Born to Protect adalah sebuah program dengan aktifitas terpadu untuk menjaring gladiator-gladiator muda di bidang Cyber security. Kominfo mengharapkan bisa menjaring 10.000 kanditat talent Cyber Security Indonesia yang nantinya dapat membantu Industri di Indonesia dalam Keamanan Informasi / Cyber Security. Program ini di dukung juga oleh RSA, EC-Council dan Perguruan Tinggi Setempat.

Program Kompetisi nasional Born to Protect hadir di Indonesia dengan tujuan untuk mengidentifikasi bakat-bakat baru di bidang Cyber Security dengan membuat program penjaringan bakat di kota-kota besar di Indonesia.

Serangkaian program kompetisi dibuat menarik tapi juga penuh tantangan agar bisa membentuk dan mendapatkan bakat-bakat yang terbaik untuk Indonesia. Untuk mengetahui talent mana yang terbaik, kontestan harus menyelesaikan tahap audisi yang diselenggarakan di beberapa kota dan 1000 peserta terbaik akan mendapatkan sertifikasi internasional CSCU dari EC-Council, kemudian tahap selanjutnya adalah Security Challenge yang dilakukan secara online untuk mendapatkan Top 100 untuk maju ke Final dan kemudian yang terbaik akan masuk Bootcamp dan diharapkan bisa masuk ke Industri untuk bekerja membantu Cyber Security di Industri.

Kompetisi melalui Kontes Born To Protect sendiri akan dimulai Pukul 08:00 s.d. 18:00 yang dibagi ke dalam 4 Sesi, setiap Sesi akan menampung 250 s.d. 300 peserta.

 

 


Sumber : KOMINFO