BOM MELEDAK DI QUETTA, 15 ORANG TEWAS

ISIS KLAIM BERTANGGUNG JAWAB.

Pin It

i2.wp.com /

ilustrasi bom di Quetta, Pakistan.


QUETTA - Ledakan bom di dekat sebuah pasar, di kota Quetta, Pakistan pada Sabtu (12/8/2017), menewaskan sedikit-dikitnya 15 orang.

Kelompok ISIS Timur Tengah, yang memiliki cabang pemberontak di Afghanistan dan Pakistan, mengaku bertanggung jawab atas kejadian tersebut beberapa saat setelah serangan dilancarkan. 

Mereka mengatakan, serangan seorang pelaku bom bunuh diri dengan mengendarai sepeda motor telah menewaskan 17 tentara.

Menteri Dalam Negeri Provinsi Baluchistan, Sarfraz Bugti mengatakan, ledakan dahsyat yang menyasar patroli paramiliter terus berlanjut.

"Menurut informasi yang kami terima sejauh ini, terdapat sekitar 15 korban jiwa, mereka menjadi martir, dan sekitar 40 orang terluka," kata Bugti.

Dia mengatakan, pihaknya telah memberlakukan keadaan darurat di wilayah itu, dan semua rumah sakit dalam kondisi siaga.

Kepala pasukan penjinak bom Quetta, Aslam Tareen, mengatakan, informasi awal terkait peristiwa itu adalah seorang pelaku bom bunuh diri menabrakkan sepeda motornya ke arah kendaraan militer.

Sayap tentara Pakistan mengatakan patroli tersebut menjadi sasaran serangan, setidak-tidaknya terdapat tujuh warga sipil di antara 15 orang yang tewas itu.

"Para teroris mencoba mengacaukan penyambutan perayaan 70 tahun kemerdekaan Pakistan dari Inggris yang jatuh pada Senin nanti," kata Kepala Staf Tentara, Jenderal Qamar Javed Bajwa.

Kelompok pemberontak di Baluchistan telah melancarkan sejumlah serangan terhadap pemerintah pusat selama beberapa dasawarsa belakangan. Mereka menuntut bagian yang lebih besar dari hasil sumber daya propinsi, yang kaya akan gas alam.

Taliban dan kelompok pemberontak lainnya juga beroperasi di provinsi ini, yang berbatasan dengan Afghanistan dan Iran. Sebuah serangan pesawat nirawak menewaskan pemimpin Taliban, Mullah Akhtar Mansour tahun lalu di Baluchistan.

Provinsi ini dilanda oleh serangkaian serangan pada tahun lalu, yang telah menewaskan lebih dari 180 jiwa dan menimbulkan kekhawatiran meningkatnya kehadiran pemberontak, termasuk pegaris keras yang berhubungan dengan ISIS.


Sumber : rtr/ant