GEGER TELUR TERCEMAR DI EROPA

MULAI MEREBAK DI POLANDIA DAN DENMARK.

Pin It

kompas.com /

Telur tercemar beredar di Eropa.


WARSAWA - Telur-telur yang berpotensi tercemar Fipronil telah ditemukan di Polandia.  Kejadian serupa juga terjadi di Denmark. Lebih dari dua ton telur ditemukan di sana. 

Telur-telur itu, yang jumlah keseluruhannya mencapai sekitar 40.000 butir, akan dimusnahkan atau dikembalikan kepada sebuah perusahaan pemasok asal Jerman, kata Jan Bondar. Hal itu dikatakan juru bicara Kepala Inspektorat Kebersihan Polandia, Jumat (11/8/2017).

Menurut Bondar, telur-telur tersebut ditemukan di tiga provinsi di Polandia namun belum mencapai tangan konsumen.

Komisi Eropa pada Jumat (11/8/2017) mengatakan bahwa telur-telur yang tercemar Fipronil telah ditemukan di 15 negara Uni Eropa, termasuk Polandia.

Puluhan juta telur telah ditarik dari toko-toko di sejumlah negara Uni Eropa dan ratusan peternakan sudah ditutup.

Fipronil adalah suatu obat pembasmi hama, yang digunakan untuk memusnahkan kutu, dan boleh digunakan di Uni Eropa untuk hewan peliharaan tapi tidak untuk produksi makanan.

Di Denmark, lebih dari dua ton telur lagi di Denmark ditemukan mengandung insektisida ilegal jenis Fipronil.

Kantor berita Denmark, Ritzau, melaporkan, perusahaan bernama Nordic Egg telah mengimpor telur-telur itu, tanpa memberikan keterangan lebih rinci.

Pada Kamis, badan pengatur dokter hewan dan makanan Denmark mengatakan, secara keseluruhan, ada 20 ton telur tercemar yang telah dijual di Denmark.

Badan itu mengatakan, Jumat, penggunaan Fipronil pada hewan ternak dan fasilitas penghasil makanan di Belgia dan Belanda "tidak dapat diterima" oleh pihak berwenang Denmark.

Menurut lembaga pengkaji risiko Denmark, DTU Food di Danish Technical University, tingkat Fipronil yang ditemukan di telur-telur yang diproduksi di Belgia dan Belanda, dan diekspor ke Denmark, tidak mengandung risiko bagi para konsumen.


Sumber : xinhua/oana/ant