KPK: SAKSI e-KTP JOHANNES MARLIEM MENINGGAL

SANTER DIBERITAKAN MEDIA DI AS, KORBAN BUNUH DIRI.

Pin It

cnnindonesia.com /

Johannes Merliem


JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan, salah satu saksi terkait kasus e-KTP, Johannes Marliem, meninggal dunia di Amerika Serikat (AS).

"Informasi benar Johannes Marliem meninggal dunia, tetapi kami belum dapat informasi yang rinci karena peristiwanya terjadi di Amerika Serikat," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (11/8/2017).

Ia menjelaskan, kasus kematian Johannes Marliem secara lebih rinci menjadi domain dari otoritas atau penegak hukum setempat.

Ia pun menegaskan, penyidikan kasus e-KTP akan tetap berjalan karena penyidik memilik bukti kuat terkait kasus tersebut.

Johannes Marliem merupakan Direktur Biomorf Lone LCC Amerika Serikat, perusahaan penyedia layanan teknologi biometrik.

Johannes diduga memiliki bukti rekaman pada proses pembahasan anggaran proyek pengadaan KTP-e, termasuk dengan Ketua DPR RI Setya Novanto yang saat itu menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar.

Dalam dakwaan penuntut umum KPK kepada terdakwa Irman dan Sugiharto, Johanes Marliem juga disebut menerima sejumlah 14,88 juta dolar AS dan Rp25,24 miliar terkait proyek sebesar Rp5,95 triliun tersebut.

Kontan menyebutkan, kasus kematian Johannes Marliem tengah heboh diberitakan media Los Angeles.  Dia diberitakan mendonasi uang kepada Partai Demokrat Amerika Serikat (AS). Padahal, dia bukan warga AS dan tidak ada yang tahu persis mengenai sosoknya.

Kabar yang beredar menyebutkan, Johannes Merliem diduga kuat bunuh diri. Polisi setempat mengatakan, terdengar suara tembakan berkali-kali. Sebuah sumber yang enggan disebut namanya mengatakan, Johannes Merliem positif melakukan aksi bunuh diri.


Sumber : pelbagai sumber