BARESKRIM BONGKAR SINDIKAT PERDAGANGAN ORANG

ADA DUA JARINGAN INTERNASIONAL YANG DIJARING, YAITU UNTUK SURIAH DAN ABU DHABI

Pin It

LIPUTAN 6.COM /

Konjen Pol Ari Dono (tengah) sedang menjelaskan mengenai sindikat perdagangan orang

JAKARTA--Kepala Bareskrim Polri, Komjen Pol Drs Aridono Sukmanto, mengungkap dua jaringan internasional perdagangan orang, yang beroperasi di Suriah dan Abu Dabi.

Dalam keterangannya di Mabes Polri, Kamis (10/8), Kabareskrim menjelaskan bahwa kasus perdagangan orang ini merupakan kasus yang rumit, sejak tujuh tahun terakhir. ”Kasus ini rumit, tujuh tahun terakhir, ada sekitar 862 laporan dengan korban 1.200 an orang,” ujar Komjen Pol Aridono.

Hasil pemantauan di KBRI Damaskus, telah ada 56 orang TKI ilegal yang dipulangkan ke Indonesia. Salah satunya adalah satu anak perempuan yang berumur 14 tahun tapi dipalsukan menjadi 19 tahun. Tempat perekrutan di daerah Lombok Tengah dan Bima NTB. Ada 10 korban dari penampungan di Condet, yang dikirim ke Malaysia, kemudian dikirim ke Damaskus.

“Korban dipekerjakan di dua majikan. Mereka diperlakukan tidak pantas, dianiaya dan tidak digaji,” lanjut Kabareskrim, seperti dikutip tribratanews.polri.go.id.

Sedangkan jaringan Abu Dhabi, yang menjadi perekrut adalah Badar sejak tahun 2002. Pada tahun 2016 melakukan pengiriman TKI melalui PT Nurafi Ilham Jaya, yang ijinnya sudah tidak berlaku lagi. Dari perusahaan ini telah dikirimkan 100 orang.

Di jaringan Abu Dhabi ini, kata Ari Dono, ada 10 orang korban. Dari mereka pemeriksaan dikembangkan. Tersangka Fadel dibantu dua orang perempuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di klinik Baktiar Centre yang juga ijinnya sudah mati. Sedangkan untuk penerbitan visa dilakukan oleh oknum Abdul Rahman Assegaf di kedutaan Abu Dhabi.

Keuntungan yang di dapat dari perdagangan orang ini, Fadel mendapat US$350 atau Rp4,5 M, Muliati gaji Rp1,2 juta/bulan dan bonus, Hera gaji Rp1,5 juta/bln dan bonus, Abdul Badar Rp1,4 milyar dari pengiriman 110 TKI, klinik mendapat Rp 143 juta, Abdul rahman dapat Rp 242 juta, Husni Asegaf dapat Rp 66 juta dan Sabrin dapat Rp660 juta dari pengurusan bandara.

Terhadap tersangka akan dikenakan Undang undang No 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan Tindak Pidan Perdagangan Orang dan Undang Undang No 39 Tahun 2004 tentang penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri. (*)


Sumber : Tribratanews.polri.go.id