PULUHAN WARGA HIDUP DALAM PASUNGAN

KSJ: MENUNGGU BANTUAN DANA DONATUR.

Pin It

rappler.com /


CIANJUR – Puluhan orang penderita gangguan jiwa di Cianjur, Jawa Barat hingga kini hidup dalam pasungan. Hal itu dilakukan karena mereka sering menganggu warga serta dianggap meresahkan lingkungan.

Penasehat Komunitas Sehat Jiwa (KSJ) setempat, Nurhamid di Cianjur, Minggu (6/8/2017) membenarkan kondisi itu.

"Beberapa hari yang lalu KSJ membebaskan Salim (32) warga Kampung Sukamanah, Desa Sirnajaya, Kecamatan Tanggeung yang sudah dipasung sejak tujuh tahun. Dia dikurung dan dirantai karena sering mengamuk sejak mengalami gangguan jiwa," katanya.

Dia menjelaskan pihaknya sempat menangani Salim pada 2010. Ia sudah dipasung selama empat tahun sehingga akhirnya sembuh dan sempat berjualan kembali di Bogor. Pemberian obat yang dihentikan membuat Salim kembali kumat dan dipasung selama 3 tahun.

Karena pemberian obat terhenti Salim kembali agresif dan mengamuk. Bahkan, sempat menyerang dan merusak rumah warga dan sering melempari pengendara motor yang melintas dengan batu."Salim kembali dikurung dan dipasung karena sering mengamuk," tuturnya.

Hingga akhirnya KSJ kembali membebaskan Salim dan diperkirakan setelah rehabilitasi selama satu bulan Salim dapat melakukan aktivitas seperti biasa dengan catatan tetap mengkonsumsi obat selama dua bulan agar sembuh total.

Dia menuturkan, di kecamatan yang sama namun berbeda desa, terdapat satu pasien lain yang saat ini sudah dipasung dengan rantai selama 15 tahun. Pihaknya berencana untuk merehab warga tersebut, namun menunggu bantuan dana dari donatur.

"Masih adanya kasus pemasungan, menandakan warga belum sepenuhnya paham tentang sosialisasi Indonesia bebas pasung untuk penderita gangguan jiwa. Malah di daerah masih banyak yang dikaitkan dengan mistis karena gangguan jiwa disebut kerasukan," ujarnya.

Dia menambahkan jumlah penderita gangguan jiwa hampir ada di setiap desa di Cianjur, jumlahnya saat ini semakin meningkat. Di rumah rehabilitasi KSJ saat ini ada 14 pasien dengan gangguan jiwa beragam dan rata-rata mereka dibebaskan dari kurungan dan pasungan rantai.


Sumber : antaranews.com