SATU TON SABU, POLISI CEK KAPAL WANDERLUST

SATU TON SABU, POLISI CEK KAPAL WANDERLUST.

Pin It

detik.com /

Kapal Wanderlust masih dijaga polisi di Batam.


BATAM – Pengembangan kasus satu ton sabu yang digagalkan polisi di Pantai Anyer, Serang, Banten terus berlanjut. Tim Pusat Laboratorium dan Forensik (Puslabfor) Mabes Polri dijadwalkan Senin (17/7/2017) akan mencek setiap kompartemen Kapal Wanderlust yang diduga untuk menyimpan sabu.

Kapal berbendera Sieraleone tersebut memiliki dimensi panjang 27,9 meter dan lebar 6,9 meter dengan tonase sebesar 135 MT. Tim saat ini masih berada di Batam untuk menindak lanjuti penangkapan kapal tersebut.

"Tim Puslabfor akan datang, mereka ke sini memeriksa apakah benar--dari fakta-fakta sudah benar--dari pelaku yang ditangkap oleh tim gabungan di Jakarta menunjukkan bahwa (ini) orangnya (awak kapalnya)," kata Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Sam Budigusdian di Dermaga Bea Cukai Tipe B Batam Tanjung Uncang, Batam, Minggu (16/7/2017) malam.

Ia mengatakan, Tim Puslabfor akan memeriksa setiap sudut di bagian kapal guna mencari tempat menyembunyikan narkoba. Diduga, ada kompartemen khusus pada kapal sebagai tempat untuk menyimpan barang tersebut agar lolos dari pemeriksaan.

"Kita dari tim namanya reserse ini kan tidak puas hanya dengan keterangan, diduga karena masih ada benda lain, karena ada beberapa kompartemen kapal yang itu merupakan tambahan," kata Irjen Sam Budigusdian.

Kapolda  didampingi Komisaris Besar Nico Afinta, Komisaris Besar Herry Heryawan dan Komisaris Besar Helmy Santika sempat melakukan peninjauan ke kapal tersebut semalam.

Kapal Wanderlust diduga kuat sebagai alat transportasi untuk mengirimkan barang dari Taiwan ke Anyer, Serang, Banten. Kapal dinakhodai seorang Warga Negara (WN) Taiwan dan empat Anak Buah Kapal (ABK). Mereka hingga pagi ini masih menjalani pemeriksaan di Markas Polda Kepulauan Riau.

Kapal tersebut berhasil ditangkap setelah tim gabungan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok mendapatkan informasi soal kapal pengangkut dari WN Taiwan yang ditangkap di dermaga bekas Hotel Mandalika, Pantai Anyer, Serang, Banten, pada Kamis (13/7) lalu.

Berdasarkan keterangan 3 WN Taiwan itu, tim akhirnya mengetahui nama kapal yang mengangkut barang tersebut. Selanjutnya, tim melakukan pengejaran terhadap kapal yang diketahui hendak melarikan diri tersebut.

Tim kemudian berkoordinasi dengan Bea Cukai pusat dan Bea Cukai Batam serta Polda Kepulauan Riau untuk menyergap kapal tersebut. Hingga akhirnya, kapal tersebut disergap oleh tim dari Polda Kepri dan Bea Cukai Batam di Tanjung Berakit, Pulau Bintan, Kepri, pada Sabtu (16/7/2017).

Jaringan narkoba WN Taiwan berhasil digagalkan oleh tim gabungan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok, saat menurunkan barang di Pantai Anyer, Serang, Banten. Satu dari empat WN Taiwan yang bertugas sebagai transporter, tewas ditembak mati karena melawan petugas.


Sumber : detik.com