MENTERI PUPR DI TOKYO JELASKAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR

KEBUTUHAN ANGGARAN PUPR HINGGA 2019 MENCAPAI RP 931 TRILYUN YANG TIDAK BIS DIPENUHI APBN

Pin It

Kementrian PUPR /

TOKYO--Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan pemerintah tengah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur Indonesia. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi menjadi pembicara seminar Japan Global Exchange Forum for Housing, Building and Urban Development,  sekaligus pertemuan bisnis dengan para pengusaha Jepang di Tokyo, Sabtu (15/7/2017).                            

Menteri Basuki mengemukakan bahwa dalam periode 2015-2019, anggaran yang dibutuhkan Kementerian PUPR sebesar Rp 931 triliun. Kebutuhan anggaran tersebut untuk biaya pembangunan 65 bendungan, 1.000 km jalan tol, mendukung program 100-0-100 untuk air bersih, penataan kumuh dan sanitasi serta program satu juta rumah. Kebutuhan dana sebesar itu tidak bisa sepenuhnya disediakan oleh APBN.

Sementara itu Dubes Indonesia untuk Jepang, Arifin Tasrif,  mengundang para pengusaha Jepang untuk tidak ragu berinvestasi di Indonesia. Kunjungan Menteri Basuki ini, katanya,  membawa pesan-pesan yang kuat mengenai prospek pengembangan proyek infrastruktur yang akan direalisasikan bersama.

Hiroto Izumi, Penasehat Khusus Perdana Menteri Jepang,  yakin kemitraan kedua negara akan menguat dan investasi dari Jepang ke Indonesia juga meningkat, terlebih pasca pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Shinzo Abe. Kemitraan tersebut semakin diperkuat dengan kehadiran Menteri Basuki di Jepang kali ini.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono selama di Tokyo sempat mengunjungi Panasonic Technology Center yang berlokasi di Odaiba, 30 Km dari Tokyo. Menteri Basuki mendapatkan penjelasan mengenai teknologi ramah lingkungan terbaru dan rumah masa depan.


Sumber : KEMENTRIAN PUPR