DELAPAN KALI FEDERER REBUT GELAR WIMBLEDON

TAK PERNAH KEHILANGAN SATU SET PUN.

Pin It

sidomi.com /

Roger Federer


LONDON – Luar biasa! Itulah acungkan jempol yang dialamatkan kepada Roger Federer, petenis Swiss itu sukses menjadi orang pertama yang meraih delapan gelar tunggal putra Wimbledon. 

Pada final Minggu (16/7/2017) waktu setempat,  Roger Federer menaklukkan petenis Kroasia Marin Cilic dengan skor 6-3, 6-1, 6-4. Cilic gagal mengadang laju Federer. Ambisisnya menjuarai tunggal putra Wimbledon gagal total. 

Federer yang memainkan final Wimbledon ke-11 sempat mendapat perlawanan pada fase awal pertandingan. Namun, ia mampu mematahkan serve Cilic pada game kelima set pembukaan pertandingan ini menjadi berlangsung berat sebelah.

Tidak seperti yang dikhawatirkan Federer, 23 hari sebelum ulang tahunnya yang ke-36, ayah dari empat orang anak ini menjadi juara tunggal putra tertua Wimbledon di era professional. Dia tanpa kehilangan satu set pun sepanjang dua pekan ini.

Bagi Cilic, final pertamanya di Lapangan Tengah menjadi siaran mimpi buruk bagi jutaan pemirsa televisi di seluruh dunia.

Setelah mengawali pertandingan dengan cukup baik, permainannya kemudian merosot dan setelah tertinggal 0-3 di set kedua ia tersungkur di kursi tepi lapangan dan dapat terlihat dirinya menangis ketika fisioterapis dan wasit turnamen mendatangi dirinya.

Untuk sesaat ini terlihat seperti final yang dapat berakhir dengan pensiun untuk pertama kalinya sejak 1911.

Mendapat sambutan simpatik dari 15.000 penonton yang sebagian besar menggemari Federer (28) mendapatkan kembali ketenangannya. Kali ini ia sama sekali tidak memiliki peluang ketika Federer mempertajam permainannya menuju raihan gelar Grand Slam ke-19-nya.

Cilic memerlukan "medical timeout" setelah kalah pada set kedua dalam waktu 25 menit. Semangatnya terlihat telah hancur.

Federer tidak berhenti menyerang. Unggulan ketiga asal Swiss itu mematahkan serve lawannya pada game ketujuh set ketiga ketika lawannya melepaskan pukulan yang membentur net. Set itu kemudian berakhir cepat ketika Federer melakukan serve pada kedudukan 5-4, untuk mengamankan gelarnya. 

Ia gagal memaksimalkan match point pertama ketika pukulan forehand-nya melebar, namun mampu mengonversi match point kedua dengan ace kedelapannya di pertandingan ini.

Federer datang ke Wembledon dengan statistik hanya dua kali kalah dari 26 pertandingan. Sebanyak 24 kemenangan menghasilkan empat gelar juara dari enam turnamen termasuk Australia Terbuka, Januari 2017. Kemenangan itu bisa dikatakan sebagai babak baru dalam karirnya sebagai petenis professional selama 20 tahun. 


Sumber : reuters