PUPR BANGUN SEJUMLAH PROYEK INFRASTRUKTUR DI ACEH

BEBERAPA BENDUNGAN DIBANGUN UNTUK MENDUKUNG PROGRAM SWASEMBADA PANGAN

Pin It

binamarga aceh utara.blogspot.com /

Proyek flyover

JAKARTA--Kementerian PUPR tahun ini menganggarkan Rp 1,98 Triliun untuk pembangunan infrastruktur dalam mendukung ketahanan pangan, konektivitas, permukiman dan perumahan di wilayah Aceh. 

Untuk sektor pertanian dan pemenuhan kebutuhan air di Aceh, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera I, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air sudah merampungkan dua bendungan. Yaitu Bendungan Paya Seunara di Kabupaten Sabang dan Bendungan Rajui di Kabupaten Pidie.

Bendungan Paya Seunara mempunyai arti penting bagi masyarakat Sabang, dan juga masyarakat Pulau Weh pada umumnya. Pulau Weh selama ini termasuk rawan air karena salah satu sumber air utama yakni Danau Anak Laut semakin turun ketersediaan airnya.

Bendungan Rajui yang terletak di Kabupaten Pidie,  diharapkan mampu menampung air sebanyak 2,67 juta meter kubik untuk mengairi areal persawahan seluas 4.790 ha, sehingga mendukung program swasembada pangan dan juga untuk meningkatkan penyediaan air baku. Lokasi bendungan  yang berada di kaki lembah Seulawah, membuatnya terlihat asri dan alami sehingga bisa menjadi salah satu destinasi wisata baru bagi warga sekitar.

Pembangunan tampungan air di Aceh semakin diperbanyak oleh Kementerian PUPR. Saat ini juga tengah diselesaikan Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara. Sementara dua bendungan lainnya yakni Bendungan Rukoh dan Bendungan Tiro akan segera dimulai pembangunannya.

Untuk mendukung konektivitas,  Kementerian PUPR saat ini menyelesaikan Proyek Pembangunan Flyover Simpang Surabaya di Kota Banda Aceh. Flyover ini memiliki panjang 881 meter dan dibangun untuk mengurai kemacetan lalu lintas yang keluar masuk kota Banda Aceh di jalur lintas timur Provinsi Aceh.

Infrastruktur lainnya yang saat ini sedang dibangun di Aceh adalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Jaringan Air Limbah di Kota Banda Aceh. Fasilitas IPAL tersebut diproyeksikan berkapasitas 3.000 meter kubik per hari dengan sistem IPAL Aerated Lagoon, menggunakan jaringan perpipaan berdiameter 150 milimeter sampai 800 milimeter.


Sumber : KEMENTRIAN PUPR