WASPADAI KEJAHATAN SAAT MUDIK

BANYAK MODUS PENJAHAT UNTUK MENGECEK RUMAH KOSONG DITINGGAL MUDIK

Pin It

ISTIMEWA /

FOTO ILUSTRASI

Waspadalah! Itulah pesan yang disampaikan Bang Napi dalam sebuah tayangan di sebuah stasiun televisi swasta. Peringatan itu afdol saat warga mulai mudik lebaran.

Sayang beribu sayang, banyak di antara pemudik yang karena terburu-buru akhirnya lupa bahwa rumah yang ditinggalnya kosong-melompong menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan.

Banyak kasus warga balik mudik, ternyata rumahnya sudah ludes terkuras. Sudah tabungan plus tunjangan hari raya (THR) habis di kampung halaman, tiba di rumah barang-barang berharga pun raib tanpa tersisa. Ibarat pepatah: sudah jatuh tertimpa tangga pula! Sakitnya tuh di sini.

Ada kebiasaan buruk yang sering dilakukan pemudik sebelum meninggalkan rumahnya yakni dengan menyalakan lampu teras. Namun, hasil penelitian yang dikembangkan pihak kepolisian bahwa nyalanya lampu teras siang-malam dapat menjadi celah bagi penjahat menyatroni rumah kosong.

Modus lainnya, penjahat akan melempar koran ke teras dan akan mengecek esok harinya, Jika koran tersebut masih di tempat semula, dipastikan rumah itu dalam keadaan kosong dan disiap disatroni. Pencuri pun kemudian mengatur strategi mendobrak pintu rumah tersebut.

Warga yang mudik selalu berharap bahwa ada petugas kepolisian yang berpatroli menjaga rumah dan harta benda mereka. Anggapan itu sungguh keliru karena keterbatasan personel yang dimiliki aparat kepolisian.

Sebut saja di wilayah Kota Bekasi, daerah perbatasan Ibu Kota Jakarta. Jumlah perumahan di Kota Bekasi mencapai ratusan. Belum lagi penduduk yang mencapai lebih dari 2 juta tersebar di 12 kecamatan. Untuk pengamanan lebaran, pihak kepolisian setempat paling banter mengerahkan sedikitnya 1.500 personel. Namun, tidak semuanya bertugas untuk menjagai rumah-rumah kosong yang ditinggal warganya mudik lebaran.

Memang pihak kepolisian menyediakan lahan parkir di Markas Polres atau Polsek untuk penitipan barang berharga bagi warga yang mudik lebaran seperti mobil atau sepeda motor. Namun, keterbatasan lahan menjadi persoalan lain yang kiranya patut disadari pemudik. Pihak Bandara International Soekarno-Hatta juga menyediakan lahan parkirnya menjadi penitipan kendaraan bagi warga yang pulang kampung.

Langkah itu dilakukan pihak kepolisian sebagai langkah guna menghindari pencurian kendaraan bermotor di rumah-rumah kosong.

Sejumlah Tips

Tidak salah pemudik yang akan berangkat pada malam takbirann untuk memperhatikan sejumlah tips agar rumah yang ditinggal mudik tetap aman dan tak satupun barang berharga yang digondol maling.

Tips itu di antaranya.

Pertama, Anda menitipkan rumah ke tetangga yang tidak mudik. Ya bisa tetangga kanan-kiri, depan-belakang. Cara ini setidaknya ampuh untuk mengatasi aksi pencurian rumah kosong. Jangan lupa meminta nomor telepon tetangga itu, juga warga memberi nomor telepon yang bisa dihubungi tetangga yang tidak mudik lebaran. Dengan demikian, jika terjadi sesuatu dapat bisa saling berkomunikasi.

Kedua, libatkan tetangga yang tidak mudik untuk saling menjaga lingkungan. Setidaknya di gang rumah kita. Di sejumlah kawasan terdapat kesepakatan yakni bagi yang tidak berlebaran untuk menjaga rumah tetangga yang kebetulan mudik lebaran. Dengan cara ini, warga yang tinggal secara bergantian berkeliling melihat lingkungan.

Ketiga, bila cara pertama dan kedua tidak mungkin dilakukan. Maka langkah berikutnya dengan memanfaatkan jasa satuan pengamanan atau hansip di lingkungan. Warga bisa membuat kesepakatan dengan mereka. Warga dapat memberikan kepercayaan penuh untuk menjaga rumah dengan perjanjian yang disepakati bersama. Penuhi kebutuhannya selama rumah ditinggalkan sehingga dia tidak berpikir mencari sambilan. Artinya, dia bisa full menjaga permukiman warga.

Selamat berlebaran dan rumah yang ditinggal pun aman!

 

 

 


Sumber : NM