PRESIDEN KELUARKAN PERPRES RUMAH SUSUN MAHASISWA

PEMBANGUNAN RUSUN YANG MANGKRAK AKAN DILANJUTKAN

Pin It

ISTIMEWA /

RUSUN MAHASISWA YANG BARU SELESAI DIBANGUN

JAKARTA--Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomo: 55 Tahun 2017 tentang Penyelesaian Pembangunan Rumah Susun Pada Perguruan Tinggi Negeri di Lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Penyelesaian pembangunan rumah susun pada perguruan tinggi negeri dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan tempat tinggal yang layak huni bagi mahasiswa.

Penyelesaian pembangunan rumah susun sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan kriteria: a. telah dibangun di atas barang milik negara berupa tanah; b. terhenti pembangunannya lebih dari 5 (lima) tahun; c. telah dilakukan audit/ reviu oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP); d. telah dilakukan reviu kelayakan teknis oleh kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pe pekerjaan umum dan perumahan rakyat dan e. pemanfaatan rumah susun dengan cara sewa.

Penyelesaian pembangunan rumah susun beserta prasarana, sarana, dan utilitas umum, lanjut Perpres tersebut,  dilaksanakanberdasarkan rancang bangun (detail engineering design/DED) yang telah ditinjau ulang. Perpres ini juga menyebutkan, lokasi penyelesaian pembangunan rumah susun diusulkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang riset, teknologl, dan pendidikan tinggi (Kemristekdikti) kepada menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidangpekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR).

Selanjutnya, Menristekdikti menyerahkan rumah susun sebagaimana dimaksud kepada PTN sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pendanaan yang diperlukan dalam penyelesaian pembangunan rumah susun pada perguruan tinggi negeri di lingkungan Kemenristekdikti beserta prasarana, sarana, dan utilitas umum, menurut Perpres ini,  dibebankan pada anggaran kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat.


Sumber : HUMAS SETKAB