PEMERINTAH SIAPKAN SARANA KESEHATAN LAYANI PEMUDIK

SEKITAR 6,5 JUTA PEMUDIK AKAN LINTASI JAWA BARAT

Pin It

istimewa /

BATANG-- Menteri Kesehatan Nila Djuwita F.Moeloek menyampaikan bahwa masyarakat atau pemudik yang melintasi jalur pantai utara Kabupaten Batang dapat memanfaatkan fasilitas layanan kesehatan melalui "Si Slamet 119". "Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas layanan kesehatan Si Slamet 119 melalui android untuk berkoordinasi dengan rumah sakit terdekat saat terjadi kecelakaan. Ini sudah era digital manfaatkan sisitem Si Slamet 119 yang ada di Batang sebagai Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT)," katanya di Batang, Jawa Tengah, Minggu.

Ia mengatakan pemerintah sudah menyiapkan alat kesehatan dan obat-obatan, serta mobil ambulans untuk menunjang pelayanan kesehatan pada arus mudik dan balik Lebaran 2017. "Pemerintah akan menyediakan peralatan kesehatan lengkap untuk kesiapan pada orang sakit atau yang mengalami kecelakaan di jalan," katanya.

Menkes juga berpesan pada pemudik kendaraan sepeda motor tidak mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi karena hal itu akan mengganggu dan membahayakan diri sendiri maupun pengendara lain di jalan raya. "Jika lelah beristirahat. Kami akan sediakan pemeriksaan seperti tekanan darah, misalnya tensinya tinggi diturunkan dulu dan istirahat dulu jangan paksa," katanya.

Sementara itu dari Bandung dilaporkan bahwa  Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat memprediksi sekitar 6,5 juta pemudik/orang akan melintasi jalur mudik utara, selatan dan tengah Jawa Barat mulai H-7 lebaran tahun 2017. "Kemenhub memprediksi tahun ini pemudik yang akan melintas ke Jawa Barat bakal mengalami peningkatan, tahun lalu 6 juta orang dan tahun sekarang diprediksi naik menjadi 6,5 juta," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik, ketika dihubungi melalui telepon, Minggu.

Menurut dia, Jawa Barat adalah daerah lintasi dan tujuan pemudik sehingga diperlukan penanganan khusus setiap arus mudik dan balik berlangsung setiap tahunnya. Ia menuturkan berdasarkan hasil pantauannya sejak H-8 lebaran atau pada Sabtu (17/6) sudah mulai terjadi pergerakan pemudik yang menggunakan angkutan pribadi di wilayah Subang, dan Tol Cikopo. "Kemudian kemarin itu, di Tol Pasteur siang harinya mulai ada antrian sekitar tiga kilometer untuk masuk ke Kota Bandung," kata dia.

Pihaknya memprediksi puncak arus mudik di kawasan Jawa Barat akan terjadi pada Kamis, Jumat, Sabtu atau dari tanggal 22-24 Juni 2017 sedangkan untuk arus balik lebaran juga akan terjadi pada Kamis, Jumat, Sabtu atau 29-30 Juni dan 1 Juli 2017," kata dia.

Untuk pengamanan arus mudik dan balik lebaran tahun ini Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat menyiagakan 1.216 personel. "Untuk personel sendiri, kita siagakan 1.216 orang personel, itu dari dishub provinsi dan kabupaten/kota. Mereka akan siaga dari H-7 h+7," kata dia.


Sumber : Antaranews.com