BPOM TARIK EMPAT PRODUK MIE ASAL KOREA KARENA MENGANDUNG BABI

INFORMASI PRODUK YANG MENGANDUNG BABI HARUS DICANTUMKAN PADA BUNGKUS DAN DITARUH TERPISAH DENGAN PRODUK NON BABI

Pin It

istimewa /

JAKARTA—Badan  POM menarik sejumlah produk mie impor asal Korea yang terdeteksi mengandung babi namun dalam pemasaran ritelnya tidak mencantumkan tulisan “Mengndung Babi” seperti yang disayaratkan dalam ijin edar.

Ada empat produk mie instan yang dimpor oleh PT Koin Bumi, yaitu Samyang Mi Instan U-Dong, Nongshim Mi Instan (Shim Ramyun Black), Samyang Mi Instan Rasa Kimchi dan Ottogi Mi Instan (Yeul Ramen).

Badan POM menerbitkan izin edar produk makanan setelah dilakukan evaluasi terhadap aspek keamanan, mutu, gizi, serta label. Dalam peraturan Kepala Badan POM Nomor 12 Tahun 2016 dinyatakan bahwa pangan olahan yang mengandung bahan tertentu yang berasal dari babi harus mencantumkan tanda khusus berupa tulisan “MENGANDUNG BABI” dan gambar babi berwarna merah dalam kotak berwarna merah diatas dasar warna putih.

 Badan POM mewajibkan produk yang mengandung babi harus diletakkan terpisah dari produk non babi dengan diberikan keterangan “MENGANDUNG BABI”. Badan POM juga mengambil contoh dan pengujian terhadap parameter DNA spesifik babi.  Dari beberapa produk yang telah dilakukan pengujian terhadap parameter DNA spesifik babi, keempat produk tersebut positif (+) terdeteksi mengandung DNA babi.

Berdasarkan pengecekan label diketahui bahwa produk yang mengandung babi tersebut tidak mencantumkan peringatan “MENGANDUNG BABI”. Importir juga tidak menginformasikan kepada Badan POM saat pendaftaran untuk mendapatkan izin edar bahwa produk yang didaftarkan tersebut mengandung babi. Terhadap produk-produk tersebut, Badan POM telah memerintahkan importir yang bersangkutan untuk menarik produk dari peredaran.

Dikutip dari laman resmi BPOM, dinyatakan bahwa lembaga itu menginstruksikan Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia untuk terus melakukan penarikan terhadap produk yang tidak memenuhi ketentuan, termasuk yang terdeteksi positif (+) mengandung DNA babi, namun tidak mencantumkan peringatan “MENGANDUNG BABI”.

Badan POM terus mengimbau pelaku usaha agar selalu menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam menjalankan usahanya. Masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dengan melaporkan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan terkait peredaran Obat dan Makanan yang tidak memenuhi ketentuan.

 


Sumber : HUMAS BADAN POM