POLISI BELUM MAMPU UNGKAP PENYERANG NOVEL BASWEDAN

SETIAP DUA PEKAN KPK DAN POLDA AKAN KETEMU UNTUK TUKAR INFORMASI

Pin It

Antaranews.com /

JAKARTA—Polri hingga kini belum mempu mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, meski kejadian tersebut sudah lebih satu bulan. Beberapa pelaku yang ditangkap polisi kemudian dilepaskan lagi karena alibi  dan tidak diperoleh bukti kuat.

Novel sendiri kini masih dirawat di sebuah rumah sakit di Singapura dengan kemajuan pengobatan yang relatif lambat. Pihak KPK hingga hari ini tetap mempercayakan Polri untuk mengungkap kasus ini  dan tidak berpikir untuk mengikuti saran agar dibentuk tim independen menangani mamsalah ini.

KPK dan Polri Jumat sore, 19 Mei, mengadakan pertemuan bersama untuk bertukar informasi guna mengungkap kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Direncanakan setiap dua pekan kedua pihak akan bertemu untuk membahas masalah tersebut. "Dua pekan itu interval ya, setiap dua pekan kami akan selalu bertukar informasi dari Polda Metro Jaya dan KPK," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi RP Argo Yuwono.

Argo pun menyatakan bahwa dua pekan itu bukan tenggat waktu untuk mengungkap kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan. "Ya, setiap dua pekan formalnya kami akan lakukan pertukaran informasi, dan setiap saat bisa kami informasikan. Intinya kepolisian sudah melakukan dengan baik, dan kami berusaha sekuat mungkin," kata Argo.

Menurut dia, kepolisian membuka tangan dengan informasi dari berbagai lini untuk kemudian didalami selangkah demi langkah (step by step), termasuk tempat kejadian perkara (TKP). "Misalnya, dapat info yang masuk ke kepolisian kami tampung. Kami tidak menggunakan asumsi, tetapi gunakan data di lapangan, baik saksi, barang bukti dan bukti petunjuk. Artinya, segala kemungkinan di TKP secara rinci akan kami cek, step by step," akan kami analisa," ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPK Agus Rahardjo menyatakan pihaknya ingin pengungkapan kasus penyerangan terhadap Novel tetap dituntaskan sehingga diperlukan pertemuan reguler dengan kepolisian. "Kami akan melakukan pertemuan secara regular. Kami akan selalu bantu sesuai dengan kewenangan mereka, jadi nanti pada pertemuan reguler. Saya pikir sebetulnya bayangannya sudah mulai jelas," katanya.


Sumber : Antaranews.com