KARGO INTERNASIONAL YANG DIANGKUT MASKAPAI NASIONAL STAGNAN

LAYANAN KARGO DOMESTIK NAIK HINGGA 68 PERSEN

Pin It

istimewa /

JAKARTA – Setelah The Asean Open Sky diimplementasikan, jumlah barang yang dibawa oleh maskapai kargo udara nasional mengalami penurunan sebesar 9,47%, meski untuk layanan kargo domestik mengalami peningkatan sebesar 68,4%. Secara nasional layanan kargo Indonesia meningkat, namun secara internasional mengalami stagnan.

Menhub Budi Karya Sumadi menyatakan penyebab kurang berkembangnya industri kargo di Indonesia  karena masih minimnya pemain di angkutan kargo. Berdasarkan data, ada 3 maskapai yang khusus berbisnis di sektor ini, yakni Myindo, Cardig Air dan TriMG,” kata Menhub ketika membuka acara Air Cargo Summit Indonesia 2017 di Jakarta,  Rabu (17/5).

Menhub menjelaskan industri kargo berkaitan dengan ekspor-impor. Untuk itu, Menhub menghimbau operator bandara, operator airline dan pelaku usaha cargo untuk aktif mencari tahu kebutuhan barang-barang di negara tujuan. “Industri kargo ini harus kita beri perhatian, karena bisa mendatangkan devisa bagi negara. Kalau kita ingin mendapat suatu besaran yang signifikan, kita harus mengekspor barang ke negara-negara tujuan seperti China, Arab, Eropa. Saya menghimbau operator bandara, operator airline dan pelaku usaha cargo untuk mencari tahu barang-barang yang secara cepat dibutuhkan di sana, dengan begitu volume kargo kita akan naik. Kalau kita tidak melakukan itu, maka kita akan di-drive (dikendalikan) oleh operator lain sebagai pengikut,” jelas Menhub.

Menhub memberi contoh volume kargo udara dari China ke Indonesia itu positif, tetapi dari Indonesia ke China itu negatif. Oleh karena itu, pelaku usaha di Indonesia harus mencari tahu barang-barang apa yang dibutuhkan di negara tujuan, agar volume barang yang diekspor meningkat. Menhub juga menghimbau operator bandara untuk memberikan kemudahan dan fasilitas yang lebih baik bagi dunia kargo agar apa yang dilakukan saat ini dapat memberikan output yang baik.

Menhub berharap INACA (Indonesia National Air Carriers Association) dapat mengelola lebih detail terkait industri kargo di Indonesia, karena bisa memberikan return yang baik.

Ketua INACA yang juga Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Pahala Mansury menyambut baik Air Cargo Summit Indonesia 2017 yang bisa dimanfaatkan untuk mendiskusikan dengan perusahaan kargo Internasional terkait berbagai macam hal yang ada. Termasuk peluang dan tantangan yang dihadapi, baik terkait peralatan, infrastruktur, peraturan, kebeacukaian, dan aturan lainnya.

“Potensi industri kargo di Indonesia luar biasa. Pertumbuhan dalam 3 tahun terakhir sekitar 15%, ke depannya peluangnya cukup besar. Sebagai industri, kita juga ingin belajar dari perusahaan kargo di luar Indonesia,” jelas Pahala.

INACA dan perusahaan kargo terkemuka lainnya di Indonesia, termasuk diantaranya PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk bekerja sama dengan TIACA (The International Air Cargo Association) . Sekjen TIACA  Vladimir Zubkov  menyatakan akan mendukung pertumbuhan kargo udara yang dimiliki Indonesia.

“Indonesia memiliki potensi serta pertumbuhan kargo udara yang sangat pesat dan kami akan bekerja sama terus-menerus dengan industri di sini dan membawa ahli dari TIACA untuk melakukan training guna mendukung pertumbuhan tersebut,” kata Zubkov.


Sumber : Humas Kementrian Perhubungan