PETANI TELUKJAMBE KARAWANG "KUBUR DIRI" DI DEPAN ISTANA

MEREKA BERHARAP PRESIDEN JOKOWI TURUN TANGAN SELESAIKAN SENGKETA AGRARIA

Pin It

Kantor Berita Kemanusiaan /

JAKARTA--Lima orang petani Telukjambe, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, telah melakukan aksi  “mengubur diri”  di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa, 25 April 2017. Mmereka mengharapkan Presiden Joko Widodo bersedia turun tangan untuk menyelesaikan persoalan agraria  di Telukjambe yang kiini sudah dikuasai sebuah perusahaan swasta.

Mereka juga meminta hak guna bangunan perusahaan dicabut karena dianggap menyengsarakan petani. Saat petani menggelar aksi, Presiden Jokowi sedang kunjungan ke luar kota.

Aksi kubur diri telah dimulai sejak pagi hari. Lima petani dikubur dalam peti kayu, yang ditaburi tanah di atasnya. Dari dalam peti kepala para petani menyembul, sedangkan badannya terkurung. Ratusan petani lainnya mengelilingi mereka dan berorasi. Perwakilan Serikat Tani Telukjambe Bersatu, Aris Wiyono, mengaku bersama para petani Telukjambe telah lebih dari satu bulan hijrah ke Jakarta. Mereka sempat menemui Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat  untuk mengadukan permasalahannya.

Tanah yang sudah berpuluh tahun mereka tempati kini telah diratakan menggunakan buldozer. Seusai eksekusi lahan, sebelas petani menjadi tersangka. Para petani yang kecewa berduyun-duyun meninggalkan tanahnya yang digusur. Pemerintah Kabupaten Karawang sempat memberikan bantuan berupa tempat tinggal, logistik, dan pendidikan. Namun, menurut Aris, bantuan itu hanya bertahan  1,5 bulan. Saat ini sebagian petani dan anak-anak ini ditampung di Panti Asuhan Muhammadiyah di Tanah Abang, Jakarta.

Direktur Satgas Advokasi Pemuda Muhammadiyah, Gufroni, mengatakan di depan para petani bahwa pemerintah kalah oleh pemilik modal. Bahkan rekomendasi Komisi II DPR RI untuk menetapkan status quo dalam konflik agraria di Karawang ini ternyata tidak diindahkan atau dipatuhi oleh PT Pertiwi Lestari.

"Kami dari Satgas Advokasi Pemuda Muhammadiyah akan tetap mengawal dan mendampingi para petani karawang ini hingga tuntas,” kata Gufroni sebagaimana dikutip RMOL


Sumber : Berbagai sumber