POM TEMUKAN 727 JENIS OBAT DAN MAKANAN ILEGAL DI JABAR

BANYAK PELANGGARAN DI BIDANG PANGAN DAN PRODUK KESEHATAN YANG MERUPAKAN ANCAMAN BAGI MASYARAKAT

Pin It

istimewa /

KEPALA BADAN POM PENNY K LUKITO

BANDUNG--Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BB POM)  Bandung telah menemukan 727 jenis Obat dan Makanan ilegal, baik yang tidak memiliki nomor izin edar maupun yang tidak memenuhi persyaratan keamanan, manfaat, dan mutu, kata Kepala Badan POM, Penny K. Lukito,  kepada awak media di Bandung, Jumat, 21 April 2017.

 Nilai obat dan makanan ilegal tersebut ditakser sekitar Rp. 767 juta lebih. Terdiri dari  321 jenis (44,15%) obat ilegal, 215 jenis (29,57%) kosmetik ilegal, 141 jenis (19,39 %) obat tradisional ilegal, dan 50 jenis (6,88%) pangan ilegal. Obat tradisional ilegal tersebut banyak ditemukan di wilayah Kabupaten Sukabumi, Cianjur, dan Karawang, sementara kosmetik banyak ditemukan di Kota Bandung. “Warga Kota Bandung agar berhati-hati menggunakan kosmetik. Bandung dengan julukan Kota Kembang ternyata masih beredar kosmetik ilegal yang bisa membahayakan kesehatan masyarakat”, imbau Penny K. Lukito.

Sepanjang tahun 2017 BBPOM Bandung telah mengungkap dan melakukan penyidikan terhadap tiga kasus pelanggaran bidang pangan dan  bidang kesehatan. Dua kasus pelanggaran di bidang pangan meliputi pangan kedaluwarsa yang dikemas ulang dan pangan mengandung formalin. Sedangkan kasus pelanggaran di bidang kesehatan yaitu memproduksi dan mengedarkan sediaan farmasi berupa kosmetik yang tidak memiliki izin edar. 

Temuan ini dinilai merupakan ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat dan merusak generasi muda. Badan POM terus berkomitmen untuk melindungi masyarakat dari peredaran Obat dan Makanan ilegal yang dapat membahayakan kesehatan.

 “Saya tegaskan kepada pelaku usaha untuk selalu menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam menjalankan usahanya”, ujar Kepala Badan POM. Masyarakat juga harus menjadi konsumen Obat dan Makanan yang cerdas. Laporkan jika menemukan hal-hal yang mencurigakan terkait peredaran Obat dan Makanan ilegal termasuk palsu”, lanjutnya. 


Sumber : HUMAS BADAN POM