AHOK DITUNTUT 1 TAHUN DENGAN MASA PERCOBAAN 2 TAHUN

AHOK AKAN BACAKAN PLEDOI PADA PERSIDANGAN PEKAN DEPAN

Pin It

Istimewa /

JAKARTA-- Jaksa dalam sidang perkara penistaan agama hari ini Kamis 20 April, menuntut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok hukuman satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun. Tuntutan tersebut dibacakan tim jaksa penuntut umum (JPU) yang dipimpin Ali Mukartono dalam lanjutan sidang yang berlangsung di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta.

Jaksa menganggap sebagai terdakwa, Ahok tidak terbukti melakukan tindakan yang melanggar Pasal 156a KUHP dalam dakwaan primer. Namun, Ahok dinyatakan secara sah dan terbukti melanggar Pasal 156 KUHP dalam dakwaan alternatif. Hal itu terkait dengan pernyataannya di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016, yang mengutip Surat Al Maidah Ayat 51.

Pasal 156 KUHP berbunyi: “Barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. Perkataan golongan dalam pasal ini dan pasal berikutnya berarti tiap-tiap bagian dari rakyat Indonesia yang berbeda dengan suatu atau beberapa bagian lainnya karena ras, negeri asal, agama, tempat, asal, keturunan, kebangsaan atau kedudukan menurut hukum tata negara.”

Sidang pembacaan tuntutan berlangsung singkat sekitar dua jam. Sebelumnya, ketua majelis hakim Dwiarso Budi Santiarto meminta JPU hanya membacakan tuntutan. Adapun berkas dakwaan dan keterangan saksi-saksi tidak dibacakan.

Menurut Jaksa, Ahok terbukti secara sah melakukan tindakan menyatakan kebencian di muka umum. Juga disebutkan apa yang dilakukan Ahok telah menimbulkan keresahan di masyarakat. Namun jaksa juga melihat sisi yang meringankan, yaitu Ahok dinilai berjasa membangun Jakarta dan menjalani persidangan dengan sopan.

Ditanya hakim atas tuntutan Jaksa, Ahok menyatakan dia dan pengacaranya akan menyampaikan pledoi masing-masing. "Kami akan mengikuti jadwal yang ditetapkan hakim," ujar salah satu kuasa hukum Ahok saat ditanya responnya oleh majelis hakim.

Hakim memutuskan sidang dengan agenda pembacaan pembelaan atau pledoi akan disampaikan Selasa, 25 April 2017.




Sumber : Berbagai sumber