11 POLISI DIPERIKSA TERKAIT PENEMBAKAN DI LUBUKLINGGAU

KAPOLDA SUMSEL TEGASKAN BILA TERBUKTI BERSALAH MAKA AKAN DITINDAK.

Pin It

istimewa /

PALEMBANG—Polda Sumatera Selatan susdah memeriksa  11 anggotanya terkait penembakan sebuah mobil yang menyebabkan seorang penumpang tewas dan lima lainnya luka-luka. Bila memang ada anggota yang salah dan lalai dalam melaksanakan tugas akan tetap dihukum

Demikian dikemukakan oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto Rabu 19 Aril. “Tidak ada yang ditutup – tutupi,” ujarnya. Kapolda mengatakan prihatin dengan kejadian ini dan turut berdukacita. Pihaknya akan menanggung seluruh biaya pengobatan para korban.

Ia mengatakan alasan polisi menembaki mobil Honda City hitam bernomor BG 1488 ON karena ketika sedang berlangsung razia, pengemudi diminta berhenti namun justru melaju dengan kencang. Bahkan, katanya,  mobil tersebut hampir menabrak tiga polisi dan masyarakat yang melintas di sekitar jalan raya itu. Akhirnya, petugas memberikan tembakan peringatan.

Razia yang dilakukan di Lubuklinggau untuk menekan gangguan kamtibmas 3C (curas, curas dan curanmor). “Kenapa dilakukan razia pada siang hari? Berdasarkan hasil evaluasi dari Biro Operasi Polda Sumsel pelaku kejahatan kerap melancarkan aksinya pada siang hari. Maka dilakukan razia pada siang hari. Hal ini terbukti mampu menekan angka kriminalitas, dimana satu bulan terakhir ini mengalami penurunan, “ ujar Agung.

Seperti dikabarkan, sebuah keluarga terdiri tujuh orang menumpang mobil Honda City hitam, berasal dari Blitar,  Sindang Beliti,  Rejang Lebong,  Bengkulu. Akibat tembakan tersebut, Surini (55) meninggal dunia karena luka tembakan di beberapa bagian tubuhnya, antara lain paha dan perut.

Lima korban yang mengalami luka-luka adalah; Novian (perempuan); usia 30 tahun;  Gentar Wicaksono; usia 3 tahun; Dewi Alina (perempuan); usia 39 tahun; Indra; usia 35 tahun;  dan Gatot Sundari; usia 29 tahun.

Saat ini, korban tewas maupun terluka dirawat di RSUD Sobirin Lubuklinggau. Masih didalami alasan sopir Honda City kabur saat razia.


Sumber : tribratanews.polri.go.id