KISRUH KRATON SOLO TAMBAH RUNYAM

POLDA JATENG TADI PAGI MENGGELEDAH KRATON DAN MEMERIKSA SEJUMLAH ABDI DALEM

Pin It

istimewa /

Salam satu sudut Kraton Solo

SOLO--Persengketaan kerabat Kraton Kasunanan Surakarta yang berlangsung lama hingga kini belum ada titik temu. Pihak PB XIII dan Pihak Gusti Mung atau Dewan Adat belum akur. Prosesi Tingalan Jumenengan yang rencana akan.di gelar tanggal.22 April 2017 masih banyak kendala.

Di tengah persengketaan dalam keluarga Kraton Kasunanan Hadiningrat kini muncul masalah baru terkait masalah pidana atau hukum. Pihak PB XIII Hanggabehi melaporkan ke Polisi kepada pihak Gusti Mung atau Dewan Adat tentang tindak Pidana diduga menyalahgunakan / membuat Dokumen Palsu terkait Surat Keputusan Kekancingan .

Berdasarkan.laporan yang dibuat oleh salah satu pihak ini ke Polda Jateng maka tim Reskrimum Polda Jateng dan dibantu oleh Polresta Surakarta hari ini Sabtu tanggal 15 April 2017 pukul 09.00 Wib 14.00 Melakukan penggeledahan di dalam Kraton Kasunanan Surakarta. Dengan mengerahkan berapa tim inafis baik Polda Jateng maupun Polresta Surakarta dan dibantu oleh tim Negosiator Polwan semua orang yang ada didalam Kraton diminta untuk berkumpul di satu titik dan didata serta dimintai keterangan. Sementara tim lain melakukan penggeledahan di beberapa tempat dan ruangan untuk mencari barang bukti.

Setelah bekerja sekitar 5 jam atau sekitar pukul 14.00 Wib maka tim Inafis keluar Kraton dengan mengendarai 2 buah bus dimana bus yang pertama membawa beberapa orang abdi dalem untuk diperiksa lebih lanjut di Mapolresta Surakarta. Sementara bus yang satunya mengangkut tim Inafis dan beberpa alat bukti hasil penggeledahan di dalam Kraton. Dalam penggeledahan ini tertutup untuk siapa saja kecuali.anggota Polri yang terlibat.

“Sudah dilakukan penggeledahan oleh petugas hingga pukul 12.00 dan dapat mengamankan beberapa barang bukti,” ungkap Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Drs. Djarot P.H Madyoputro M.H.

Dari keterangannya, petugas gabungan dari Polda dan Polresta Surakarta dapat menyita sejumlah barang bukti berupa 1 buah stempel, seperangkat komputer dan printer, blangko Surat kekancingan, surat-surat permohonan kekancingan, dan dokumen – dokumen yang diduga terkait dgn kekancingan. “Setelah ini akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait dengan barang bukti yang sudah dikumpulkan,” tambahnya saat ditemui wartawan di depan gerbang selatan Kraton.

Barang bukti tersebut akan dilakukan penelitian lebih lanjut tentang keabsahannya. Hal tersebut untuk membuktikan tentang pelaporan dugaan pemalsuan dari pihak Keraton kepada lembaga Dewan Adat.

Guna mengamankan dan mengantisipasi hal yang tidak di harapkan saat jalanya pemeriksaan dan penggeledahan Polresta Surakarta menerjunkan sekitar 500 personel lengkap dengan Brimob dan di Backup TNI. Hingga selesai jalannya pemeriksaan situasi Kraton aman dan kondusif.

Menurut Kapolresta Surakarta AKBP Ribut Hari Wibowo saat ditemu di depan Gapura Kraton pintu Selatan mengatakan ” Pasca penggeledahan dan pemeriksaan ini tetap dilakukan pengamanan 1×24 Jam ” . Pengamanan ini ada dua subtansi yang diamankan yaitu terkait rangkaian Tingalan Jumenengan dan terkait pengamanan lokasi dan ruang yang menjadi obyek penyelidikan dan terkait juga antisipasi hal-hal yang terjadi karena mungkin tidak diterimanya tindakan Kepolisian ini. Gangguan ini baik dari dalam Kraton maupun dari luar Kraton.

Menurut informasi yang kami dapat bahwa jumlah abdi dalem Kraton yang hari ini dibawa ke Polresta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sekitar 21 orang.

Penulis : Sumarjo dan Dewi


Sumber : tribratanews.polri.go.id