KASUS NOVEL HARUS MENJADI MOMENTUM BARU KPK

POLRI HARUS BERI PERLINDUNGAN PENUH KEPADA PENYIDIK KPK

Pin It

istimewa /

Foto Ilustrasi

OPINI 

Ibarat mempunyai “nyawa rangkap” kondisi Novel Baswedan kini semakin membaik dalam perawatan di sebuah rumah sakit di Singapura. Setidaknya sudah dua kali serangan yang langsung mengancam jiwanya, maka penyiraman air keras ini tak harus menyusurtkannya dalam menyidik kasus-kasus besar korupsi.

Novel pada pertengahan 2012 pernah diseruduk mobil hingga sepeda motornya ringsek. Beruntung ia selamat. Ketika itu ia sedang menyelidiki kasus korupsi yang melibatkan seorang pejabat daerah. Novel tetap melanjutkan penyelidikannya hingga sang Bupati ditangkap KPK.

Kini larutan air keras yang disiramkan ke wajahnya yang kelopak mata dan sebagian wajahnya melepuh. Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan jenis larutan air keras yang digunakan oleh pelaku adalah asam sulfat. "Dari hasil laboratorium forensik, saya mendapat informasi itu H2SO4, tapi mungkin tidak berkonsentrasi pekat. Kalau terlalu pekat itu bisa membuat daging hancur," kata Tito di Jakarta, Rabu (12/4).

Orang kemudian menghubung-hubungkannya denganpenyidikan perkara korupsi pengadaan KTP Elektronika (e-KTP). Banyak sekali tokoh yang diduga terlibat, seperti  Ketua DPR Setya Novanto, Menhukham Yasonna Laoly, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, mantan Mendagri Gamawan Fauzi dan masih banyak lagi. KPK sudah tetapkan empat tersangka, dua mantan pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto, seorang pengusaha Andi Agustinus  dan politisi Miryam S Haryani yang dituduh memberikan keterangan palsu.

Apakah Novel distroni oleh berandal bayaran berkaitan dengan kasus e-KTP ini? Kita tunggu saja hasil penyelidikan polisi. Kita percaya Polri akan bekerja profesional  dalam menyelesaikan kasus-kasus kriminal seperti ini. Tak pada tempatnya kita meragukan profesionalitas Polri, meski ada catatan kelam dalam hubungan Polri dan Novel yang perwira menengah polisi ini. Novel beberapa kali hendak dijemput paksa oleh kesatuan induknya, ketika ia menyidik kasus-kasus besar di lingkungan instansinya. Tapi, keteguhan Novel, yang mungkin membuatnya menjadi “icon” komitmen dan sikap pantang menyerah penyidik KPK, yang karenanya massa sipil terus mendukung KPK.

Banyak juga penyidik KPK lain yang menerima intimidasi dan ancaman serupa. Ada ancaman fisik, teror bom rakitan, bahkan “santet”. Kita sebagai elemen masyarakat sipil yang sejak awal mendukung kerja KPK, berharap kondisi semacam ini tidak dibiarkan terus terjadi. Negara harus memberikan perlindungan penuh terhadap aparatnya yang menjalankan tugas negara dengan penuh dedikasi. 

Apalagi ancaman bukan hanya ditujukan terhadap para penyidik, melainkan juga pada eksistensi lembaga KPK itu. Hingga saat ini sekelompok anggota DPR masih berusaha mengebiri kewenangannya, kalau bisa bahkan segera membubarkannya. Dengan segala cara.

Kita berkepntingan seluruh elemen pendukung KPK merapatkan barisan. Berkaitan dengan keselamatan para penyidik, kita garis bawahi pernyataan Wapres Jusuf Kalla, bahwa polisi berkewajiban untuk melindungi mereka. “Siapa saja pejabat atau petugas negara yang mengalami musibah atau terancam, itu kewajiban polisi untuk menjaga keamanannya, siapa pun itu," kata Wapres di Jakarta, Kamis.

Ada juga yang mempertimbangkan tawaran Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk mengirim anggota militer terbaik untuk melindungi para penyidik KPK. Namun keterlibatan TNI seringkali menimbulkan reaksi dan persepsi yang keliru sehingga memancing polemik dan kontroversi yang tidak perlu.  Tapi itu menunjukkan dukungan TNI agar KPK tidak surut dan mengendurkan langkahnya.

Maka kita berharap Polri di bawah Tito bekerja lebih profesional. Ini sekaligus tantangan dan pembuktian ambisi Tito untuk menaikkan rating Polri yang pernah sangat terpuruk di mata publik,  dan belakangan ini bertahap terus membaik. Kepada pimpinan KPK kita berharap kriminalisasi terhadap Novel  justru memicu adrenalin untuk meningkatkan kinerjanya dalam memberantas korupsi yang ternyata makin berat tantangannya.


Sumber : Berbagai sumber