PENELITI IPB HASILKAN SOFTGELL MINYAK IKAN LELE

MENGANDUNG OMEGA-3 DAN OMEGA-6. TURUNKAN KADAR TRIGELISERIDA DARAH

Pin It

waspada online /

BOGOR—Empat peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) menghasilkan produk suplemen minyak ikan yang diambil dari ikan lele. Minyak ikan lele (Clarias gariepinus) dalam bentuk softgell tersebut memiliki beberapa keunggulan, terutama karena ikan jenis ini mudah dibudayakan di dalam negeri.

Minyak ikan lele mengandung asam lemak esensial omega-3 dan omega-6 yang cukup untuk memenuhi kebutuhan harian. Manfaat minyak ikan lele sebagai sumber asam lemak esensial telah diteliti mulai dari karakterisasi asam lemak, uji preklinis hingga tahap uji klinis dan terbukti dapat menurunkan kadar trigliserida darah.

Temuan tersebut penting karena berbagai produk minyak ikan yang berada di pasaran sebagian besar bersumber dari ikan laut dalam yang masih diimpor. Bila produk minyak ikan lele ini bisa dikembangkan maka akan mengurangi ketergantungan impor. Keempat peneliti IPB tersebut adalah  Prof. Dr. Clara M Kusharto, MSc,  Dr. Sugeng Heri Suseno, S.Pi., M.Si, Nunung Cipta Dainy, SP, Msi dan Mia Srimiati, SGz, MSi

Dikutip dari laman Inovasi IPB, diketahui beberapa keunggulan minyak ikan lele, sebagai berikut:

1. Minyak ikan lele dalam bentuk kapsul sofgell yang dihasilkan inovasi ini mampu memperbaiki profil lipid

2. Minyak ikan lele memiliki kandungan asam lemak tak jenuh yang cukup tinggi yang dibutuhkan oleh tubuh

3. Minyak ikan lele mengandung asam lemak esensial omega-3 dan omega-6 yang cukup untuk memenuhi kebutuhan harian

4. Manfaat minyak ikan lele sebagai sumber asam lemak esensial telah diteliti mulai dari karakterisasi asam lemak, uji preklinis hingga tahap uji klinis dan terbukti dapat menurunkan kadar trigliserida darah

5. Inovasi ini memberikan dan meningkatkan nilai ekonomi dari minyak ikan lele, yang merupakan hasil sampingan atau ektraksi limbah cair dari proses penepungan ikan lele

6. Bentuk inovasi yang berupa kapsul softgell memberikan kemudahan dalam distribusi produk, masa simpan lebih lama dan kemudahan konsumsi

 


Sumber : IPB