BANDARA KERTAJATI MAJALENGKA BEROPERASI TAHUN DEPAN

MENHUB TINJAU PROGRES PEMBANGUNANNYA

Pin It

Kemenhub /

Menhub Budi Karya Sumadi ketika meninjau pembangunan bandara Kertajati

MAJALENGKA--Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan kerja meninjau progres pembangunan Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Jumat (24/2). Kunjungannya tersebut untuk memastikan proyek pembangunan bisa selesai sesuai target yaitu pada awal 2018.

 

Kedatangan Menhub Budi disambut Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Bupati Majalengka Sutrisno, Sesditjen Perhubungan Udara Pramintohadi, Kadishub Provinsi Jabar Dedi Taufik, dan Dirut PT. Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) selaku pelaksana proyek pembangunan sisi darat Bandara, Virda Dimas Ekaputra.

 

"Presiden meminta saya untuk memastikan agar bandara ini bisa beroperasi pada tahun 2018. Sekarang pembangunan sudah berjalan, tinggal kepastian bulannya kapan beroperasi yang kita kejar," jelas Menhub Budi dalam pertemuan di lokasi pembangunan yang dihadiri seluruh stakeholder terkait.

 

Dalam kesempatan tersebut, Menhub mengapresiasi langkah yang dilakukan pemprov Jawa Barat dalam upaya mempercepat pembangunan bandara Kertajati yang dimulai sejak Desember 2015 tersebut, yaitu dengan menggandeng pihak investor BUMN maupun swasta. "Pemda Jabar sangat berinisiatif dan bertanggung jawab agar ini berjalan dengan baik. Saya apresiasi bahwa ini merupakan pola kerjasama yang baik antara pemerintah pusat (APBN), Pemerintah Daerah (APBD), dan swasta," ujarnya.

Menhub berharap, kehadiran bandara ini dapat memenuhi pangsa pasar besar di Jawa Barat yaitu Umroh. "Kertajati adalah salah satu proyek nasional yang kita harapkan sudah jadi paling lambat pertengahan 2018. Bisa digunakan untuk pesawat kelas 747 dan 777, salah satunya untuk memenuhi pangsa besar di Jawa barat yaitu kegiatan Umroh. Kalau sekarang kan kasihan, jamaah umroh dari Jawa Barat dan sekitarnya harus memakan waktu yang cukup lama untuk menuju bandara Soekarno Hatta," terang Menhub.

Menhub menambahkan, selagi menunggu selesainya pembangunan, agar juga disiapkan akses jalan tolnya dan sudah melakukan upaya promosi, pemasaran dan mendorong tumbuhnya industri-industri baru di sekitar bandara.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan  meyakinkan para investor swasta untuk tidak ragu-ragu lagi berinvestasi dalam proyek bandara. "Kita harapkan kehadiran bandara ini dapat memberikan dampak yang nyata terkait kesejahteraan rakyat Majalengka dan Jawa Barat khususnya," imbuhnya.

Bandara Kertajati memiliki lahan seluas 1000 Hektar yang pembebasannya telah selesai dilakukan oleh Pemprov Jabar, dan akan dilanjutkan pembebasan lahannya hingga 1800 hektar. Pembangunan sisi darat yang dilakukan PT. BIJB terbagi dalam tiga paket. Paket pertama, yaitu pekerjaan infrastruktur dengan target penyelesaian Juli 2017. Paket kedua, yaitu terminal utama penumpang dengan target penyelesaian November 2017. Paket ketiga, yaitu bangunan penunjang operasional dengan target penyelesaian Agustus 2017.

Sementara pembangunan di sisi udara yang dilakukan Kemenhub, saat ini sudah terbangun runway sepanjang 2500 x 60 m2. taxiway, dan appron 432 x 98 m, menggunakan dana APBN sebesar 575 milyar rupiah tahun anggaran 2013 sampai dengan 2016. Tahun ini Kemenhub mengalokasikan anggaran lagi sekitar 250 miliar rupiah untuk melanjutkan pembangunan sebagai persiapan operasi secara minimum yaitu pembangunan pagar pengaman sekeliling bandara dan perimeter, RESA, Stop way, Pave shoulder, Sodding, Rigid, verifikasi kalibrasi, dan sertifikasi.

Nantinya bandara ini akan dibangun dengan luas terminal mencapai 121.100 meter persegi (m2). Namun tahap awal pengoperasiannya, akan dibangun seluas 96.000 m2 terlebih dahulu yang bisa menampung 5 juta sampai dengan 11 juta penumpang per tahun. Bandara ini mampu didarati pesawat berbadan lebar jenis B747 dan B777. Kedepan, bandara Internasional Kertajati akan berkonsep Aerotropolis yaitu suatu konsep pengembangan kota bandara atau “Airport City". (RDL/TH/BS/JAB)


Sumber : Kementrian Perhubungan