SEMEN REMBANG SETUJU HENTIKAN PENAMBANGAN

KINI DTUNGGU HASIL KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS

Pin It

istimewa /

JAKARTA—Manajemen PT Semen Indonesia dikabarkan setuju menghentikan aktivitas penambangan di pegunungan Kendeng, Rembang, dan berjanji akan memperbaiki jalan-jalan yang rusak akibat lalulalang kendaraan kelas berat. Bahkan rencana peresmian pabrik akan ditunda.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Teten Masduk ketika menerima perwakilan pemrotes pabrik semen tersebut. Para pemrotes itu sejak beberapa hari lalu melakukan aksi mengecor kaki dengan semen. Mereka mengharapkan Presiden Joko Widodo menghentikan pembangunan pabrik semen yang dinilai merusak ekosistem, lingkungan serta mengancam mata pencaharian para petani.

"Tadi pagi  kami sudah memanggil PT semen Indonesia, lalu Kementerian BUMN untuk merespons demo dari masyarakat Kendeng yang menolak pabrik semen. Sudah disepakati bahwa PT semen Indonesia menghentikan sementara proses penambangannya dan memang sudah mereka hentikan," kata Teten usai melakukan dialog dengan perwakilan petani Kendeng petang tadi, seperti dikutip media.

Selain melakukan perbaikan atas kerusakan jalan-jalan akibat keluar masuknya alat-alat berat mereka, menurut Teten, rencana peresmian pabrik di Kendeng tersebut juga akan ditunda. "Rencana peresmian pabrik mungkin ditunda dulu. Kita termasuk juga beberapa proses hukumnya terhadap masyarakat Kendeng, saya akan bicarakan dengan Kapolri dan Kapolda," katanya.

Dikatakan bahwa pemerintah menunggu hasil akhir Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dan tim independen di wilayah pembangunan pabrik semen di Kendeng tersebut yang diharapkan selesai akhir bulan ini. "Sehingga, setelah KLHS selesai akan membicarakan hasil KLHS ini dengan Kementerian BUMN, PT Semen Indonesia, dengan Kementerian LHK dan pemda, gubernur dan bupati," kata Teten. (BC)

 

 


Sumber : Berbagai sumber