MAHKAMAH KEHORMATAN DPR MASIH VERIFIKASI

LAPORAN PELANGGARAN ETIK SETYA NOVANTO

Pin It

istimewa /

JAKARTA--Mahkamah Kehormatan DPR (MKD) dikabarkan masih melakukan verifikasi terhadap tiga laporan dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh Ketua DPR Setya Novanto. Terakhir MKD menerima laporan dari Masyarakat Anti Korupsi (Maki) atas dugaan kebohongan Novanto  dalam kasus korupsi proyek e-KTP.

Ketua MKD DPR Sufmi Dasco Ahmad belum bisa memastikan apakah laporan tersebut diterima atau tidak. Namun Dasco membenarkan pihaknya menerima tiga laporan serupa terkait kasus e-KTP atas terlapor Setya. Dua laporan selain dari Maki masuk ke MKD ketika masa reses DPR. Saat ini laporan itu masih dalam tahap verifikasi.

Ia mengatakan nantinya MKD akan menggelar rapat internal untuk menindaklanjuti laporan itu ke tahap selanjutnya. Ia menuturkan, Setya belum pernah menerima sanksi dari MKD meski telah berulang kali dilaporkan atas sejumlah tuduhan. Dalam kasus pertemuan dengan Presiden Amerika Serikan Donald Trump, Setya hanya mendapat peringatan. Sementara dalam kasus "papa minta saham", Ketua Umum Golkar itu justru mendapat pemulihan nama baik.

Sebelumnya, Koordinator Maki Boyamin Saiman menyatakan Setya mengenal Irman dan Sugiharto. Boyamin juga menyebut Setya mengenal pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong dan mantan Sekjen Kementerian Dalam Negeri Diah Anggraeni. Menurut Boyamin, Setya dan keempat orang tersebut pernah menggelar pertemuan di Hotel Grand Melia dan ruang Fraksi Golkar di Gedung DPR sekitar akhir tahun 2010.

Sebagai saksi, Diah kepada majelis hakim Pengadilan Tipikor, Kamis, mengaku pernah bertemu Setya Novanto. Diah juga mengaku menerima uang dari terdakwa Irman sebanyak US$300.000 dan dari Agus Narogong sebanyak US$200.000. (BC)


Sumber : Berbagai sumber